Bentrok Susulan, Massa Driver Ojol di Sleman Rusak dan Bakar Kantor Leasing

Heru Trijoko ยท Kamis, 05 Maret 2020 - 23:24 WIB
Bentrok Susulan, Massa Driver Ojol di Sleman Rusak dan Bakar Kantor Leasing
Kantor leasing di Jalan KH Wahid Hasyim Sleman dirusak massa driver ojol. Mereka juga membakar file dokumen dan peralatan kantor. (Foto: iNews/Heru Trijoko)

SLEMAN, iNews.id - Massa driver ojol yang tidak terima kantornya didatangi debt collector melakukan aksi balasan dengan menggeruduk kantor leasing di Jalan KH Wahid Hasyim, Sleman, Kamis (5/3/2020).

Massa kemudian membakar sejumlah peralatan serta dokumen kantor. Beberapa pegawai kantor hanya bisa mengambil file dokumen yang tercecer dan yang dapat diselamatkan.

Bentrokan antara ratusan driver ojek online (ojol) dengan debt collector (DC) pun kembali terjadi. Kali ini, di kawasan Babarsari. Namun, bentrokan itu dicegah ratusan aparat keamanan sehingga tidak meluas. Sebelumnya, bentrokan kedua kubu pecah di kawasan Ring Road Utara.

Saksi mata, Revan mengatakan, perusakan dan pembakaran fasilitas perabotan dan file dokumen milik kantor leasing tersebut berlangsung cepat.

"Tadi rame banget ratusan orang ada, bahkan lebih. Hampir satu kampung. Mereka bakar kursi, meja, peralatan, data file dokumen. Sempat tak siram air,” katanya.

Dia menduga massa ojol tidak terima kantornya didatangi debt collector. “Mereka lalu ke sini (kantor leasing). Merek gak terima kantor mereka dirusak karena emosi yang namanya ojol dari macam kalangan suddah emosi gak bisa dilerai,” ujarnya.

Seorang driver ojol di Sleman digotong temannya setelah diduga dipukul oknum debt collector. (Foto: iNews/Heru Trijoko)

Sementara itu, bentrokan susulan nyaris terjadi di kawasan Babarsari. Peristiwa ini berawal dari menyebarnya info bahwa ada pengemudi ojol menjadi korban sasaran dari kelompok debt collector. Massa ojol kemudian menuju ke Babarsari untuk membela rekan mereka. Mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, ratusan aparat kepolisian diterjunkan di lokasi untuk mencegah pecahnya bentrokan susulan.

Proses negosiasi antara massa ojol dengan debt collector pun berjalan alot. Pihak ojol meminta aparat kepolisian memproses hukum kelompok debt collector yang diduga telah menganiaya rekan mereka.

Massa ojol juga meminta jaminan keamanan kepada polisi dari sasaran aksi kelompok debt collector.

Kapolres Sleman, AKBP Rizki Ferdiansyah yang memediasi kedua kelompk berjanji memberikan jaminan keamanan untuk kedua kubu tersebut.

Terkait bentrokan kedua kubu itu, Kapolres menegaskan, belum ada laporan terkait korban luka dalam bentrokan tersebut. “Kita akan usut kasus ini, termasuk meminta keterangan kedua belah pihak,” katanya.

Setelah mendapat jaminan keamanan, massa ojol kemudian membubarkan diri. Diketahui, bentrokan antara ojek online dengan debt collector di Sleman merupakan buntut dari kasus penganiayaan driver ojol oleh sejumlah oknum debt collector di Jalan Wahid Hasyim, Selasa (3/3/2020) lalu.

Saat itu, seorang driver ojol yang dianiaya oknum debt collector sedang menolong temannya yang motornya hendak ditarik pihak leasing.


Editor : Kastolani Marzuki