Berdalih Tebus Ijazah SMA, Pemuda di Kendal Ini Nekat Jadi Kurir Sabu

Donny Marendra ยท Rabu, 07 Februari 2018 - 16:46 WIB
Berdalih Tebus Ijazah SMA, Pemuda di Kendal Ini Nekat Jadi Kurir Sabu
Rio (kanan) salah satu tersangka kurir sabu diamankan Polsek Pedurungan Kota Semarang. (Foto: iNews.id)

SEMARANG, iNews.id – Niat Rio Nur Sanjaya (19) warga Boja, Kendal untuk menebus ijazah SMA kandas sudah setelah dia harus meringkuk di balik jeruji Mapolsek Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Rio ditangkap polisi saat hendak mengambil sabu di Jalan Brigjen Sudiarto Majapahit. Dalam aksinya, Rio tak sendirian. Dia ditemani tersangka lainnya, Sudarmono (40) yang juga dari Boja, Kendal.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi mengatakan kedua tersangka ditangkap setelah petugas mengintai gerak-gerik mencurigakan dari mereka. “Pelaku berhenti di Jalan Brigjen Sudiarto sambil clingak-clinguk baca sms. Karena sudah sangat mencurigakan langsung dilakukan penangkapan,” kata Kapolsek, Rabu (7/2/2018).

Menurut Kapolsek, upaya anggotanya menangkap kedua pelaku ternyata tidak salah. Sebab, dari kedua pelaku, Petugas menyita sejumlah barang bukti di antaranya 8 gram sabu, sebuah ponsel sebagai alat komunikasi, serta sepeda motor yang digunakan untuk mengantar barang haram itu.

"Dari pengakuan tersangka, kedua pelaku ini mendapatkan perintah dari seseorang untuk mengambil sabu di Jalan Brigjen Sudiarto Majapahit melalui pesan singkat (sms)," ucapnya.

Kepada penyidik, Rio, salah satu tersangka mengaku terpaksa menjadi kurir sabu karena butuh uang untuk menebus ijazah yang ditahan pihak sekolah. “Saya baru lima bulan jadi kurir sabu. Saya butuh uang untuk tebus ijazah karena saya masih nunggak SPP,” ucapnya.

Dari satu kali pengiriman sabu, Rio mengaku mendapat imbalan dari seseorang sebesar Rp200.000. “Saya dikenalkan oleh seseorang untuk ngantar barang ini (sabu) dan dibayar Rp200.000,” ucapnya.

Kini, petugas masih memburu satu orang lagi yang diduga menjadi dalang atas aksi peredaran barang haram tersebut. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup.


Editor : Kastolani Marzuki