BMKG: Gempa Jepara M6,1 Terasa dari Garut, Bali hingga Lombok Barat

Ahmad Antoni, Nani Suherni ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 07:25 WIB
BMKG: Gempa Jepara M6,1 Terasa dari Garut, Bali  hingga Lombok Barat
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 6,1 guncang wilayah Laut Jawa, Selasa (7/7/2020) pukul 05.54 WIB. Pusat gempa di laut pada kedalaman 539 kilometer, berjarak 85 Km arah Utara Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah. 

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi terletak pada koordinat 5,77 LS dan 110,64 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 85 km arah Utara Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah pada kedalaman 539 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa Jepara yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya deformasi atau penyesaran pada lempeng tersubduksi di bawah Laut Jawa.

"Hasil analisis sumber menunjukkan, gempa memiliki mekanisme pergerakan turun (Normal Fault)," ujarnya.

Data BMKG, dampak guncangan gempa dirasakan daerah Karangkates, Nganjuk, Yogyakarta, Purworejo, Kuta dan Mataram pada skala III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti ada truk berlalu). Kemudian di Denpasar, Malang, Lumajang, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, Pacitan, Surabaya, Wonogiri dan Kebumen skala II-III MMI.

Selanjutnya di Banjarnegara, Pangandaran, Karangasem, Lombok Barat, Garut, Boyolali, Krui, Sekincau, Semaka, Pekalongan, Banyumas, wonosobo, Magelang, Purbalingga dan Gianyar skala II MMI (Getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang .

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan  gempa tidak berpotensi tsunami.

Sampai pukul 06.50 WIB atau satu jam sejak gempa pertama, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Editor : Donald Karouw