BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di DIY Hingga 28 Februari

Kuntadi, Antara ยท Selasa, 25 Februari 2020 - 22:03 WIB
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di DIY Hingga 28 Februari
Petugas BPBD Sleman berusaha mengevakuasi pohon tumbang di badan jalan di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, Jumat (14/2/2020). (Foto: iNews/BPBD)

YOGYAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat disertai kilat, petir serta angin kencang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, potensi hujan sedang-lebat yang diperkirakan berlangsung hingga 28 Februari 2020 itu dipicu oleh menguatnya angin baratan yang banyak mengandung uap air serta pola tekanan rendah di Selatan Pulau Jawa dan Australia bagian utara yang cukup aktif.

Hal itu juga ditambah dengan adanya badai tropis Ferdinand di Samudera Hindia selatan NTB sehingga menyebabkan pola pertemuan massa udara yang memanjang di Jawa, khususnya di DIY.

"Kondisi tersebut diprakirakan menyebabkan udara hangat lembab serta labil sehingga berpotensi mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang-lebat," kata dia, Selasa (25/2/2020).

Terkait hal itu, Reni mengimbau warga DIY dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim, yaitu hujan lebat disertai petir dan angin kencang dengan durasi yang panjang, yang berdampak terjadinya longsor, banjir dan banjir bandang.

Menurut dia, Februari adalah puncak musim hujan di wilayah DIY, sehingga cuaca ekstrem masih akan terjadi sampai dengan Maret 2020.

Hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah DIY, antara lain terjadi di Kabupaten Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Kalasan, Berbah, Prambanan).

Di Kulonprogo (Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang, Galur, Lendah, Panjatan, Kokap, Wates, Temon), Kota Yogyakarta, Bantul (Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Piyungan, Jetis, Imogiri, Dlingo, Srandakan, Sanden, Kretek), serta Gunungkidul (Gedangsari, Ngawen, Semin, Nglipar, Playen, Patuk, Paliyan, Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Ponjong).


Editor : Kastolani Marzuki