BMKG Minta Warga DIY Waspadai Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Kuntadi, Antara ยท Senin, 06 Januari 2020 - 01:07 WIB
BMKG Minta Warga DIY Waspadai Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan
Warga melihat kondisi rumahnya yang hancur tertimpa pohon tumbang. (Foto: iNews.id/Kuntadi).

YOGYAKARTA, iNews.id - Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan terjadi di daerah itu selama sepekan ke depan.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Mlati Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan, bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, antara lain angin kencang, tanah longsor, banjir, dan banjir bandang. "Kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan bagi masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologis," kata dia, Minggu (5/1/2020).

Reni menjelaskan, analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia, termasuk DIY untuk sepekan ke depan.

Menurut dia, berkurangnya pola tekanan rendah di belahan bumi utara (BBU) dan meningkatnya pola tekanan rendah di wilayah belahan bumi selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia), kata dia, dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator.

Sementara itu berdasarkan model prediksi, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan ke depan.

"Kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia," kata Reni.

BACA JUGA:

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kulonprogo, Sejumlah Rumah Tertimpa Pohon Tumbang

Waspada Bencana Hidrometeorologi, Warga Sleman Diminta Pangkas Pohon

Reni menyebutkan daerah-daerah yang berpotensi menerima curah hujan dengan intensitas sedang-lebat pada periode 5-8 Januari 2020 yakni, Kulonprogo antaralain Kecamatan Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang, Galur, Lendah, Panjatan, Kokap, Wates, dan Temon.

Wilayah Sleman, meliputi Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Kalasan, Berbah, dan Prambanan. Sedangkan Bantul Antara lain Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Piyungan, Jetis, Imogiri, Dlingo, Srandakan, Sanden, dan Kretek.

Untuk wilayah Gunungkidul meliputi Purwosari, Ngawen, Nglipar, Playen, Patuk, Paliyan, Wonosari, Karangmojo, Tanjungsari, Tepus, dan Grisubo; serta Kota Yogyakarta.


Editor : Kastolani Marzuki