Bukannya Pulang ke Rumah, Eks Napi Asimilasi Malah Curi Motor di Yogyakarta

Kuntadi, Heru Trijoko ยท Selasa, 21 April 2020 - 11:15:00 WIB
Bukannya Pulang ke Rumah, Eks Napi Asimilasi Malah Curi Motor di Yogyakarta
Rilis kasus pencurian motor eks napi program asimilasi di Polsek Gondomanan, Kota Yogyakarta (Foto: iNews/Heru Trijoko)

YOGYAKARTA, iNews.id – Seorang narapidana US (50) alias Poleng yang baru saja dibebaskan karena program asimilasi, kembali berurusan dengan hukum. Warga Purworejo, Jawa Tengah ini ditangkap setelah mencuri sepeda motor di Yogyakarta.

US ditangkap warga usai mencuri sepeda motor di Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Dia pun babak belur diamuk massa. Diketahui, Poleng baru saja keluar dari Lapas Surakarta.

Saat diamuk massa, beruntung petugas dari Polsek Gondomanan yang patroli langsung mengamankan pelaku.

“Dia ternyata seorang narapidana yang habis keluar karena proses asimilasi pada 4 April di LP Surakarta dalam kasus pencurian,” kata Kapolsek Gondomanan, Kompol Purwanto, Senin (20/4/2020).

Usai mendapatkan asimilasi ini, US dalam perjalan pulang ke Purworejo dia justru kembali berulah. Setidaknya ada tiga kejadian pencurian sepeda motor yang melibatkan pelaku. Dalam catatan petugas kepolisian, dia banyak terlibat serangkaian pencurian motor di Surakarta dan Yogyakarta.

Di Yogyakarta, ada tiga kasus pencurian yang dilakukannya. Yakni di Ngupasan, Gondomanan dengan barang bukti Yamaha Jupiter, di wilayah Keraton, mencuri Honda Legenda dan di Umbulharjo mencuri Suzuki Smash.

“Modusnya dengan kunci palsu, dan mencoba di motor yang menjadi incaran,” katanya.

Usai dinyatakan bebas, tersangka naik bus dari Solo dan turun di Terminal Giwangan. Kemudian berjalan-jalan di Malioboro. Bahkan sempat menginap di kursi yang ada di Malioboro. Pagi harinya dia melakukan aksinya dengan mencari sasaran di Kauman.

“Kita amankan empat unit sepeda motor beragam jenis beserta sejumlah pakaian tersangka dan juga dua buah kunci palsu,” katanya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Editor : Nani Suherni