Bupati Karanganyar Dorong Pedagang Daging Anjing Beralih Profesi Usaha

Okezone, Bramantyo ยท Jumat, 21 Juni 2019 - 08:28 WIB
Bupati Karanganyar Dorong Pedagang Daging Anjing Beralih Profesi Usaha
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, usai menemui para pedagang daging anjing di Karanganyar. (Foto: Okezone).

KARANGANYAR, iNews.id - Para pedagang sate daging anjing di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) mendatangi rumah dinas Bupati. Mereka menolak dana alih profesi dari pemerintah daerah (pemda) agar tidak lagi menjual daging anjing.

Salah satu pedagang di kawasan Palur, Suswanto mengatakan, warung sate anjing yang ditekuninya itu merupakan sumber penghidupan keluarga. Dia merasa tidak merugikan siapa pun dalam berjualan daging anjing.

"Saya berjualan terang-terangan. Jadi konsumennya hanya yang mau membeli sate berbahan anjing. Lalu, setiap hari saya juga membayar retribusi seperti pedagang lainnya," kata dia di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (21/6/2019).

Suswanto bersama 37 pedagang sate atau dikenal dengan istilah sate jamu rica-rica ini diterima langsung Bupati Juliyatmono di ruang pertemuan. Bupati didampingi kepala dinas kesehatan menjelaskan alasannya ingin menutup usaha tersebut.

Menurut Juliyatmono, sikapnya itu untuk mengantisipasi adanya ancaman kasus rabies akibat konsumsi daging anjing. Karena itu, pihaknya tetap akan menutup warung sate berbahan daging anjing di wilayahnya, meski para pedagang menolak.

"Karena apa yang mereka jual, sangat berbahaya bagi kesehatan. Bukannya saya ingin mematikan usaha yang mereka tekuni ini," ujar dia.

Para pedagang, kata dia, hanya diminta untuk mengganti usahanya ini dengan usaha yang lain. Juliyatmono menambahkan, untuk membantu para pedagang, pihaknya akan memberikan dana pembinaan sebesar Rp5 juta.

"Sebagai tahap awal, mereka kita beri Rp500.000. Dan Rp4,5 juta akan kita berikan kemudian. Selama seminggu tim kami akan berkeliling untuk melakukan pengecekan. Apakah mereka sudah mengganti usahanya apa belum," katanya.

Untuk mencegah agar usaha ini tidak muncul lagi, pihaknya akan segera membuat Perda. Perda ini berisi perlindungan terhadap semua hewan yang perlu dilindungi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal