Cinta Tak Direstui, Pemuda di Pekalongan Sebar Foto dan Video Mesum dengan Kekasih

Antara ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 00:01 WIB
Cinta Tak Direstui, Pemuda di Pekalongan Sebar Foto dan Video Mesum dengan Kekasih
Kapolsek Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez saat gelar perkara kasus penyebaran konten porno. (Foto: Antara)

PEKALONGAN, iNews.id – Seorang pemuda berinisial AAW (20) warga Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, ditangkap polisi atas kasus penyebaran konten porno di media sosial (medsos). Pelaku nekat mengunggah foto dan video mesum saat berhubungan intim dengan kekasihnya lantaran tak mendapat restu dari orangtuanya.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez mengatakan, pengungkapan kasus ini setelah polisi menerima laporan dari ibu korban (pacar pelaku). Pelapor tak terima dengan perbuatan yang dilakukan pelaku.

Kronologi bermula saat orangtua korban mendapat laporan dari salah satu guru anaknya yang mendapat kiriman konten porno melalui direct message (DM) di akun instagramnya pada 24 November 2019. Konten tersebut dikirim pelaku melalui akun instagram milik korban. Di mana pelaku diketahui telah menguasai akun medsos tersebut.

BACA JUGA: Camat di Wonogiri yang Unggah Video Mesum Jadi Tersangka dan Ditahan

"Konten porno ini berupa rekaman gambar maupun video adegan pelaku sedang berhubungan badan dengan korban dalam kamar kos pada 12 November 2019," ujar Egy, Jumat (6/12/2019).

Menurutnya, motif pelaku menyebar foto dan video ini karena hubungan dia dengan korban tidak mendapat restu dari orangtua.

“Setelah penyelidikan, kami menangkap pelaku di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang," katanya.

Sementara itu pengakuan pelaku AAW, dia telah menjalin hubungan percintaan dengan korban selama enam tahun. Namun cinta mereka terhalang restu dari orangtua korban sehingga muncul niat melakukan hal tersebut.

"Saya sengaja menyebarkan gambar porno ke guru korban dengan tujuan agar korban dikeluarkan dari sekolah dan bisa ikut bekerja dengan saya di Bali," kata AAW.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (2) Undang Undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 15 tahun.


Editor : Donald Karouw