Curiga Kematian Tak Wajar, Jenazah Ibu Muda di Pekalongan Dibongkar

Suryono ยท Selasa, 24 Juli 2018 - 16:18 WIB
Curiga Kematian Tak Wajar, Jenazah Ibu Muda di Pekalongan Dibongkar
Polisi saat berjaga saat petugas DVI Polda Jateng mengautopsi jenazah Nuriski Anisah yang telah dikebumikan selama 40 hari. (Foto: iNews/ Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id – Makam Wahyu Nuriski Anisah (25) warga RT 14/5, Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), dibongkar polisi dengan disaksikan keluarga, Selasa (24/7/2018). Pembongkaran jenazah ibu muda yang sudah dikuburkan selama 40 hari itu berdasarkan permintaan keluarga.

Mereka meminta polisi untuk menyelidiki penyebab kematian almarhum yang dinilai tak wajar. Pada Senin malam (10/6/2018), almarhum ditemukan anggota keluarga sudah dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamarnya. Dia meninggal tanpa sebab yang jelas dan ada bekas mirip memar di leher.

Suyanto, kakap sepupu almarhum mengatakan, keluarga mengambil inisiatif untuk melaporkan kasus ini ke Polres Pekalongan. Dia mengaku baru sempat membawa persoalan ini ke ranah hukum setelah berunding dengan anggota keluarga yang lain.

“Almarhum tinggal bersama adik dan anaknya. Keluarga yang lain semua di Jakarta. Jadi saat dikabarkan meninggal semua bingung dan tak sempat melapor ke polisi karena mengurus pemakaman,” kata Suyanto, Selasa (24/7/2018).


Namun lambat laun timbul kecurigaan dan mendorong keluarga untuk melaporkan peristiwa ini ke polisi agar tenang dan mengetahui pasti penyebab kematiannya. “Tidak ada riwayat sakit selama ini. Sebelumnya sehat-sehat dan waktu ditemukan ada seperti bekas lebam di leher. Ini yang membuat kami curiga,” ujarnya.

Pantauan iNews di lokasi, proses pembongkaran makam disaksikan ratusan masyarakat yang datang berbondong-bondong di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Mereka penasaran dan menunggu hasil proses autopsi yang dilakukan tim DVI Polda Jateng, meski harus menutup hidung karena aroma tak sedap.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto mengatakan, pembongkaran ini berdasarkan laporan masyarakat yang menduga penyebab kematian anggota keluarganya tidak wajar. Pihaknya bekerja sama dengan DVI Polda Jateng untuk mengautopsi jenazah.

“Sudah diautopsi, kami masih menunggu hasilnya untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Agung.

Darsumi, ibu almarhum menuturkan, tidak mengetahui ada atau tidaknya permasalahan yang dialami putrinya. Hanya saja, dia mendengar anaknya meninggal mendadak dan ingin tahu kebenarannya. “Kami semua di Jakarta, almarhum hanya tinggal dengan anaknya yang masih kecil. Jadi kami ingin tahu apa meninggal karena masuk angin atau ada sebab yang lain,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw