Dana Desa Habis Dikorupsi, Kades Gaji Perangkat Desa Pakai Uang Palsu

Heri Susanto ยท Jumat, 26 Januari 2018 - 17:45 WIB
Dana Desa Habis Dikorupsi, Kades Gaji Perangkat Desa Pakai Uang Palsu
Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto saat menujukkan barang bukti uang palsu dan dokumen korupsi dana desa. (Foto: iNews/Hery Susanto)

CILACAP, iNews.id – Sungguh terlalu perbuatan seorang kepala desa (kades) Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) berinisial M. Kades yang telah 11 tahun memimpin desanya itu diduga menggelapkan uang mencapai Rp500 juta dari anggaran dana desa (dandes) 2017. Tak habis sampai di situ, kades juga membayar gaji aparatur perangkat desa dengan menggunakan uang palsu (upal).

“Pelaku yang kami amankan seorang kepala desa. Pelaku membagikan uang palsu kepada para perangkat desa sebagai bayaran atas honor mereka,” kata Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto, Jumat (26/1/2018).

Dia mengatakan, pengungkapan kasus itu berdasarkan laporan masyarakat yang menerima upal dari pelaku. Dari hasil pengembangan, pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya. Selain mengamankan M, polisi menyita barang bukti puluhan lembar upal pecahan Rp100.000, serta sejumlah dokumen terkait penggelapan dana desa.

Hasil penyelidikan petugas, pelaku M mengakui telah mengedarkan upal karena kehabisan anggaran untuk membayar honor perangkat desa. Uang dandes telah habis dia korupsi. Anggaran untuk proyek pembangunan dan kesejahteraan masyarakat itu dia gunakan untuk kepentingan pribadi, membayar utang, dan mengikuti praktik penggandaan uang melalui paranormal.

Bingung tidak cukup memegang uang untuk membayar tunjangan perangkat desa, pelaku kemudian membeli upal dari seorang kenalan di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar). Dia membeli upal itu dengan cara barter perbandingan 2:1. Upal senilai Rp5 juta ditukar dengan uang Rp2,5 juta.

“Modus pelaku mengedarkan uang palsu karena kehabisan dana membayar honor ketua RT dan RW. Upal itu dia beli dengan perbandingan 2:1. Dari pengembangan, kami menemui fakta baru, pelaku juga menggelapkan uang dandes sebilai Rp500 jutaan,” kata Julianto.

Sementara penuturan pelaku, dia mengaku baru satu kali bertransaksi membeli upal. “Saya kehabisan uang karena penggandaan uang dan bertemu pemilik uang palsu lalu membelinya untuk membayar gaji perangkat,” tutur M.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini M harus mendekam di tahanan Mapolres Cilacap. Dia terjerat pasal berlapis tentang pemalsuan uang dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw