Data Satgas-Pemkot Beda, Wali Kota Semarang Pastikan Penanganan Covid-19 Masih Terkendali

Antara, Nani Suherni ยท Rabu, 02 September 2020 - 23:19 WIB
Data Satgas-Pemkot Beda, Wali Kota Semarang Pastikan Penanganan Covid-19 Masih Terkendali
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: iNews/Taufik Budi)

SEMARANG, iNews.id - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan penanganan Covid-19 di daerahnya masih terkendali. Berbeda dengan yang disampaikan Satgas Covid-19, data pemkot mencatat sekitar 470 kasus pasien positif yang masih ditangani.

Menurut Wali Kota yang akrab disapa Hendi, data Dinas Kesehatan Pemkot Semarang ini sangat berbeda dengan yang disampaikan Satgas Covid-19. Satgas menyebutkan jumlah kasus aktif Covid-19 di Semarang mencapai 2.317 kasus.

Dari data itu pula, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito yang menyebut ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini sebagai daerah dengan kasus positif tertinggi di Indonesia, melalui akun YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Senin (31/8/2020).

Menurut Hendi, data yang berbeda mencolok tersebut semestinya disinkronkan dulu dengan daerah. Mengumumkan jumlah kasus Covid-19 di suatu daerah tanpa melakukan konfirmasi kepada pemangku kepentingan wilayah yang dimaksud dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Data kasus harus disinkronkan. Kalau ada yang belum terdata harus segera dikonfirmasikan agar pasien bisa segera ditangani," kata Hendi, Selasa (2/9/2020).

Dia menegaskan semakin cepat mengetahui seseorang positif Covid-19, maka bisa semakin cepat untuk disembuhkan serta mencegah penularan ke orang lain. Bahkan, tes Covid-19 yang sudah dilakukan Pemkot Semarang sudah mencapai 48.000 orang per 1 juta penduduk, lebih tinggi dari anjuran pemerintah.

"Ketidakselarasan data ini jangan sampai menimbulkan persepsi Pemkot Kota Semarang tidak melakukan apa-apa," katanya.

Heni dalam akun Instagramnya juga menyampaikan perbedaan data yang mencolok antara Satgas Covid-19 dan Pemkot Semarang.

"Ada perbedaan data yang cukup signifikan. Tentu akan menjadi evaluasi, meskipun diyakini bahwa dalam pengumpulan data, sewajarnya dilakukan secara berjenjang dari masing-masing daerah," tulis pria yang akrab disapa Hendi dalam akun Instagramnya.


Editor : Maria Christina