Diaspora NU Harus Bisa Jadikan Islam Wasathiyah sebagai Identitas dalam Pergaulan Internasional

Ahmad Antoni ยท Senin, 30 Agustus 2021 - 02:13:00 WIB
 Diaspora NU Harus Bisa Jadikan Islam Wasathiyah sebagai Identitas dalam Pergaulan Internasional
Ngaji Kebangsaan Bersama PCINU Jerman secara virtual yang diikuti diaspora NU kawasan Eropa Barat. (foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id – Sejumlah diaspora Nahdlatul Ulama (NU) di kawasan Eropa Barat meramaikan acara Ngaji Kebangsaan Bersama PCINU Jerman secara virtual. Acara bertemakan Membumikan Islam Wasathiyah di Tengah Dinamika Politik Global ini menghadirkan sejumlah narasumber.

Di antaranya Dr. (HC).KH. As’ad Said Ali, (Wakil Ketua PBNU 2010-2015/Wakil Ketua Badan Intelijen Negara 2001) dan Dr Phil Suratno, MA (Chairman The Lead Institute Universitas Paramadina). 

Phil Suratno menekankan pada pembumian Islam Wasathiyah.  “Masyarakat muslim di Eropa khususnya diaspora NU harus bisa menjadikan Islam Wasathiyah sebagai identitas dalam pergaulan internasional,” katanya, dalam siaran per, Minggu (29/8/2021). 

Dia mengatakan, Islam Wasathiyah sebagai corporate identity, type identity, collective identity, dan role-identity. Sebagai role identity misalnya dengan aktivitas keagamaan, sosial-budaya, interfaith-dialogue. 

Sementara sebagai corporate identity perlu terus melakukan promosi Islam Wasathiyah dengan diplomasi, research, dan publikasi. “Dalam perspektif publikasi, maka diseminasi gagasan Islam Wasathiyah melalui media sosial dan media online perlu untuk diperkuat,” ujar dia. 

Duta Besar RI untuk Jerman, HE Arief Havas Oegroseno menggambarkan Islam Wasathiyah sebagai aset unik yang dimiliki oleh Indonesia. 

Di tengah persoalan umat Islam yang terjadi saat ini khususnya di kawasan Timur Tengah, Eropa, Asia Selatan dan persaingan antara Tiongkok-Amerika, maka konsep Islam Wasathiyah menjadi semakin relevan. 

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: