Dibiayai Warga Swiss, Kodim 0709 Kebumen Pimpin Pembangunan Jembatan Gantung di Pejagoan Kebumen

Joe Hartoyo ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 08:29 WIB
Dibiayai Warga Swiss, Kodim 0709 Kebumen Pimpin Pembangunan Jembatan Gantung di Pejagoan Kebumen
Peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung di Kebumen, Kamis (23/1/2020) (Foto:iNews/Hartoyo)

KEBUMEN, iNews.id - Kodim 0709 memimpin pembangunan jembatan gantung yang akan menghubungkan Kelurahan Tamanwinangun dan Desa Kedawung Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah. Jembatan tersebut ditargetkan selesai akhir Februari 2020.

Pembangunan dilakukan di RT2 RW 1 Kelurahan Tamanwinangun, Kecamatan Pejagoan, Kebumen. Saat ini sedang dilakukan pemasangan pondasi.

"Pembangunan jembatan gantung kerjasama Kodim dan Pak Toni Ruttiman. Berdasarkan laporan Danramil, Makodikm tindak lanjuti," kata Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara, Kamis (23/1/2020).

Pembangunan Jembatan Gantung di Kebumen, Kamis (23/1/2020) (Foto: iNews/Hartoyo)
Pembangunan Jembatan Gantung di Kebumen, Kamis (23/1/2020) (Foto: iNews/Hartoyo)

 

BACA JUGA:

Tragis, 4 Pelajar SMP Tewas Tenggelam saat Bermain di Kubangan Bekas Galian C di Kudus

TNI Gadungan di Pekalongan Perdaya Perempuan selama 7 Tahun

Prawira mengatakan pembangunan akan dimulai dengan pemasangan pondasi dan bronjong pada bulan ini. Konstruksi fisik jembatan dimulai pada bulan depan.

"Februari mulai dibangun," kata Prawira.

Prawira mengatakan dengan adanya jembatan tersebut akses warga akan semakin mudah. Jembatan tersebut akan memudahkan warga yang ingin ke pusat kota dan anak-anak sekolah.

"Ini memudahkan perkonomian masyrakat," kata Prawira.

Pembangunan jembatan dibiayai oleh pegiat sosial asal Swiss, Toni Ruttiman. Sementara itu warga mengaku bersyukur dengan adanya jembatan.

"Biasanya putar 3 km kalau mau ke kota, ini semakin dekat," kata warga setempat Suyatno.

Suyatno mengatakan sebelumnya memang ada jembatan dari bambu untuk menghubungakan dua wilayah itu. Namun, jembatan tersebut selalu rusak saat arus sungai deras.

"Jembatan bambu hilang kalau banjir," kata Suyatno.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq