Diguyur Hujan Deras, 2 Desa di Kendal Terendam Banjir Setengah Meter

Eddie Prayitno ยท Minggu, 31 Mei 2020 - 15:52 WIB
Diguyur Hujan Deras, 2 Desa di Kendal Terendam Banjir Setengah Meter
Banjir setinggi 50 cm merendam ratusan rumah warga di Desa Kebonadem, Brangsong, Kendal, Minggu (31/5/2020). (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Ratusan rumah di Kabupaten Kendal terendam banjir dengan ketinggian hingga setengah meter, Minggu (31/5/2020). Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Sabtu (30/5/2020) malam hingga Minggu pagi.

Selain tingginya curah hujan, banjir yang menggenangi rumah-rumah warga itu juga akibat meluapnya Sungai Waridin.  

Pantauan iNews, banjir dengan ketinggian muka air hingga 70 centimeter itu terjadi diDesa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu dan Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong.

Akibat banjir tersebut, aktivitas warga terganggu karena seluruh jalan yang menjadi akses utama di kedua desa itu teerendam air.

Warga Kebonadem, Khumaidi menuturkan, air masuk ke rumah sekitar Minggu pagi. Selain luapan air Sungai Waridin karena hujan deras, juga kiriman air dari saluran yang ada di sekitar desa.

“Sekitar pukul 4 pagi air mulai menggenangi jalan. Namun setelah subuh, air mulai masuk rumah,” katanya.

Menurut dia, banjir tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Namun, warga tetap bertahan di rumah karena air biasanya akan surut jika volume air di sungai turun. 

Agar air tidak terlalu banyak masuk ke dalam rumah, beberapa warga membendung pintu masuk rumah menggunakan  batang pohon pisang dan karung pasir.

Warga lainnya, Darwaji menuturkan, sebelum subuh elevasi air di Sungai Waridin tinggi bahkan jembatan penghubung Desa Brangsong dengan Kumpulrejo sudah terendam.

“Hujannya memang lama dari Sabtu malam sampai Minggu pagi. Untung, saya sudah persiapan ambil batang pohon pisang  untuk jaga-jaga kalau terjadi banjir,” katanya.

Dia menambahkan, desanya merupakan daerah langganan banjir tiap musim hujan. Tahun ini, sudah tiga kali dalam kurun tiga bulan wilayah tersebut kebanjiran.


Editor : Kastolani Marzuki