Diperingati Setiap 21 April, Ini 10 Kata Bijak RA Kartini
JAKARTA, iNews.id – Tanggal 21 April menjadi momentum hari bersejarah di Indonesia dalam mengenang tokoh perempuan, Raden Ajeng Kartini. Dan hari ini kaum perempuan memperingatinya sebagai Hari Kartini.
Beragam kata bijak RA Kartini bermunculan setiap kali mengenang di hari pahlawan kemerdekaan nasional tepat di tanggal kelahirannya 21 April. Salah satu perkataan RA Kartini yang terkenal adalah Habis Gelap Terbitlah Terang.
Bahkan, kata-kata bijak tersebut diterbitkan dalam sebuah buku dengan judul tersebut. Rupanya, tak hanya itu kata bijak yang dibuat RA Kartini dalam menyampaikan visi-misinya untuk mengajak rakyat semangat memajukan Indonesia dan tak mengenal lelah mengejar mimpi.
Berikut 10 kata-kata bijak RA Kartini yang dihimpun dari berbagai sumber:
1.Saat membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yg baik.
2.Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.”
3.Jangan mengeluhkan hal – hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.
4.Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.
5.Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.”
6.Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?
7.Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita. Semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia.
8.Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain.
9.Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.
10.Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang
Editor: Ahmad Antoni