Diputuskan dalam 27 Detik, Ganjar Pranowo Kembali Pimpin Kagama Periode 2019-2024

Antara ยท Sabtu, 16 November 2019 - 09:37 WIB
Diputuskan dalam 27 Detik, Ganjar Pranowo Kembali Pimpin Kagama Periode 2019-2024
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (dua dari kanan) kembali terpilih menjadi Ketua Umum Kagama periode 2019-2024 dalam Munas Kagama XIII di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (15/11/2019) malam. (FOTO: Twitter/UGM)

SEMARANG, iNews.idGanjar Pranowo kembali terpilih sebagai Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Periode 2019-2024 pada Musyawarah Nasional (Munas) Kagama XIII di Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Jumat (15/11/2019) malam. Ganjar terpilih secara musyawarah setelah sidang komisi mengeluarkan tiga nama calon ketua umum yakni Budi Karya Sumadi, Ganjar Pranowo, dan Anwar Sanusi.

Setelah tiga nama tersebut diajukan peserta sidang, keputusan diberikan kepada para kandidat untuk bermusyawarah menentukan sosok ketua umum. Bahkan proses musyawarah antara ketiganya berlangsung sangat singkat, di mana satu per satu kandidat oleh pimpinan sidang dipersilakan naik ke panggung.

Begitu Ganjar naik ke panggung, menyusul Budi Karya Sumadi dan Anwar Sanusi. Keduanya langsung bersepakat mempercayakan kembali kepemimpinan Kagama kepada Gubernur Jawa Tengah tersebut.

"Maka cara kami menyelesaikan tidak dengan voting, tapi kami obrolkan di depan. Hanya sekitar 27 detik tadi. Ketika saya naik tangga panggung pada bilang sudah Mas Ganjar saja dan sepakat. Selesai," ujar Ganjar.

Ganjar menyebut tidak ada ketegangan-ketegangan berarti selama sidang berlangsung sampai penentuan ketua umum Kagama, meski sempat diwarnai usulan adanya munaslub.

"Kami mentradisikan saja agar musyawarah mufakat bisa dilakukan dan ternyata bisa. Maka sebenarnya, proses demokrasinya sudah kami berikan pada peserta munas dan ternyata lebih banyak yang menginginkan saya, tapi juga ada yang lain," katanya.

Menurutnya, itu merupakan hal yang wajar. Seperti protes dari politikus Partai Demokrat yang juga alumni UGM Andi Arief, ketika menginginkan tokoh lain di posisi tertinggi alumni.

"Sebenarnya kalau cuitan Andi Arief berharap ada yang lain, tapi tidak ada. Padahal syaratnya harus ada dan kalau minta dari awal saya kasih. 'Wong' ini kegiatan social. Sekarang tugas kami menyusun kepengurusan karena formatur sudah terbentuk. Mungkin yang lebih banyak diharapkan yakni mengakomodasi keinginan pengda, pengcab dan komunitas, di mana mereka ingin ada satu akses untuk beraktivitas dan dilindungi pengurus pusat," tuturnya.

Menurut Budi Karya Sumadi, Ganjar Pranowo memang masih sangat layak untuk meneruskan proses kepemimpinannya di Kagama.

"Pak Ganjar memiliki vitalitas dan jaringan yang banyak. Kami berharap Kagama ada di mana-mana sehingga bisa memberikan semangat kebangsaan karena beliau gubernur. Beliau mengerti apa yang sedang dikembangkan, yang akan dibangun dalam konsep Indonesia maju," ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai menteri perhubungan itu mengatakan, friksi-friksi yang mewarnai Munas Kagama kali ini cukup sehat karena pada butir tertentu itu bentuk kepedulian para alumni, bahkan usulan-usulan yang keluar tidak melulu soal Kagama, tetapi Indonesia.

"Kami memang bersepakat segala sesuatu dilakukan secara musyawarah. Pertama kali memang 'floor' yang diberikan calon, setelah dicalonkan tiga, memang setelah di-'floor' ternyata yang paling banyak Pak Ganjar. Saya melihat teman-teman memiliki kepedulian pada negara ini," tuturnya.


Editor : Donald Karouw