Direstorasi, Kereta Kuno Pengangkut Presiden Soekarno Kembali ke Solo

Septyantoro ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 12:05 WIB
Direstorasi, Kereta Kuno Pengangkut Presiden Soekarno Kembali ke Solo
Kereta api (KA) uap kuno buatan Jerman tahun 1951-1955 milik Pemkot Solo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (6/2/2020). (Foto: iNews/Septyantoro)

SOLO, iNews.id - Kereta api (KA) uap kuno buatan Jerman tahun 1951-1955 milik Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (6/2/2020) sore tiba di Stasiun Purwosari. Kereta khusus yang mengangkut Presiden Soekarno dan Bung Hatta tersebut dikembalikan ke Solo setelah direstorasi di balai yasa Yogyakarta.

Di zaman pemerintahan Joko Widodo sebagai Wali Kota Solo, KA uap kuno itu diambil dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan truk. Kereta itu tiba di Solo pada 17 November 2016.

Saat itu, lokomotif dengan panjang 14.135 mm dan lebar 2.642 mm tersebut sempat mangkrak selam dua tahun di Stasiun Balapan.

Kereta api (KA) uap kuno buatan Jerman tahun 1951-1955 milik Pemkot Solo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (6/2/2020). (Foto: iNews/Septyantoro)
Kereta api (KA) uap kuno buatan Jerman tahun 1951-1955 milik Pemkot Solo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (6/2/2020). (Foto: iNews/Septyantoro)



Executive Vice President Balai Yasa Yogyakarta Hasyim Suwondo mengungkapkan lokomotif uap tersebut mendapatkan perawatan agar bisa beroperasi.

"Perawatan dilakukan bagian aset kantor pusat karena KA tersebut termasuk heritage sehingga perlu penanganan khusus," katanya, Kamis (6/2/2020).

Dia menjelaskan, dulu lokomotif mikado berseri d52099 dengan berat kosong 52,6 ton itu khusus mengangkut Presiden Soekarno dan Bung Hatta. Lokomotif uap ini terakhir beroperasi pada 1977.

Kereta uap tua itu juga melayani rute Jakarta-Bandung dengan rute Jakarta-Bogor-Sukabumi. Lokomotif uap itu menjadi satu-satunya yang berhasil direstorasi di Balai Yasa Yogyakarta. Setibanya di Solo, loko uap tua ini akan menggantikan kereta Jaladara. Rute yang dilalui terfokus di perkotaan Solo sebagai kereta wisata.


Editor : Nani Suherni