Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Rembang: Lebih Sakit Ditampar Istri
REMBANG, iNews.id - Bupati Rembang Abdul Hafidz mengakui sempat grogi menjelang disuntik vaksin Covid-19, Senin (25/1/2021). Bupati merasa memiliki beban karena menjadi contoh bagi ribuan warganya yang nanti juga divaksin.
Rasa grogi ditengarai menjadi penyebab tensi darah Abdul Hafidz sempat tinggi menjelang disuntik vaksin Covid-19. Ketika kick off program vaksinasi di halaman Puskesmas Rembang I, Abdul Hafidz dijadwalkan menjadi orang pertama di Kabupaten Rembang yang menerima suntikan vaksin Sinovac.
Namun vaksinasi sempat diundur sekitar 40 menit karena tensi darahnya tinggi. Setelah tensi darahnya turun, vaksinasi terhadap Bupati dilakukan. “Saya kan orang pertama, agak gimana gitu ya. Ini yang jadi beban saya. Lho ternyata biasa saja,“ kata Abdul Hafidz.
Diakuinya, ia memiliki riwayat darah tinggi namun selama ini bisa dikendalikan. Ia juga mengakui sempat grogi sebelum divaksin. Bukan karena takut, Bupati merasa ada beban karena menjadi contoh bagi sekitar 446.000 warga Rembang yang nantinya juga divaksin.
Mengenai rasanya disuntik vaksin Sinovac, Bupati menganggap seperti digigit semut. “Jangan takut, seperti digigit semut. Sakit kalau ditampar isteri,” ucapnya. Bupati menegaskan vaksin yang disuntikkan kepada pejabat dan masyarakat jenisnya sama.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah menyampaikan vaksin aman dan halal. “Tidak ada perbedaan, produknya dari perusahaan yang sama. Masyarakat jangan merasa dibedakan. Kalau ada yang mempersoalkan, itu hanya ingin mengacaukan saja,“ katanya.
Disinggung mengenai tidak hadirnya Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto, Bupati meminta agar ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan.“Tanyakan saja, saya nggak tahu. Tapi yang jelas masih jadi Wakil Bupati. Kalau tidak hadir, tanyakan beliau. Jangan mancing-mancing,“ ujarnya.
Sementara itu, isteri Bupati Hasiroh Hafidz juga mendapat suntikan vaksin Covid-19. Proses screening relatif lebih lancar dan dilaksanakan di ruangan terpisah. Selain Bupati, tensi darah naik juga dialami Wakil Ketua DPRD Bisri Cholil Laquf. Setelah istirahat sebentar, akhirnya memenuhi syarat untuk divaksin.
Setelah vaksinasi terhadap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan dua tokoh perwakilan agama, berikutnya akan dilanjutkan dengan sasaran tenaga kesehatan. “Jumlah tenaga kesehatan yang akan divaksin 2.412 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i.
Sasaran vaksinasi berikutnya adalah anggota TNI/Polri, pegawai pemerintah dan masyarakat. Totalnya sebanyak 446.490 orang atau 2/3 dari total populasi penduduk di Kabupaten Rembang. “Pelaksanaannya terbagi dalam empat tahap,“ jelasnya.
Editor: Ary Wahyu Wibowo