Diterjang Banjir, Jembatan Songgolono di Bantul Ambruk

Kuntadi ยท Senin, 09 Maret 2020 - 19:24 WIB
Diterjang Banjir, Jembatan Songgolono di Bantul Ambruk
Jembatan Songgolono di Kabupaten Bantul, DIY, yang ambruk diterjang arus Sungai Winongo, Senin (9/3/2020). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Jembatan Songgolono di Kabupaten Bantul, DIY, ambruk diterjang arus Sungai Winongo. Jembatan yang menghubungkan Pedukuhan Ngepet Kidul dan Ngepet Lor itu terputus setelah hujan deras terus menguyur wilayah ini dalam beberapa hari belakangan dan mengakibatkan banjir.

“Jembatan Songgolono yang ambruk itu di sisi utara. Ambruknya sekitar pukul 06.00 WIB,” kata salah seorang warga, Subandi, Senin (9/3/2020).

Subandi mengatakan, sebelumnya wilayah ini diguyur hujan cukup deras hingga akhirnya jembatan berusia 31 tahun ambruk. Beruntung saat kejadian tidak ada warga yang melintas sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Jembatan ini, dibangun pada 1989 silam, secara swadaya. Selama ini jembatan belum pernah diperbaiki dan hanya dicat untuk memperindah jembatan. “Belum pernah direhab, paling hanya dicat saja,” katanya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul langsung merespons cepat kejadian ini. Bahkan Bupati Bantul Suharsono bersama muspida telah meninjau ke lapangan. Mereka menjanjikan akan membangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2021.

“Ini akan dibangun pada 2021 dengan APBD murni,” ujar Suharsono.

Menurut Bupati Bantul, panjang jembatan itu belum sesuai dengan lebar sungai. Panjang jembatan hanya delapan meter sementara lebar sungai mencapai 12 meter. Kondisi ini menyebabkan jembatan menjadi rentan rusak diterjang banjir. Apalagi usianya juga sudah tua.

Pembangunan ulang menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, pembangunan butuh proses dan tidak mungkin dilakukan saat musim hujan. Untuk sementara waktu, pemerintah akan membangun jembatan darurat dengan menggunakan pohon kelapa.

“Ada tiga pohon kelapa yang dijadikan titian dan di bagian atas diberikan papan. Yang penting bisa dilalui dulu. Nanti BPBD akan membangun bronjong penguat sementara,” kata bupati.


Editor : Maria Christina