Divonis 5 Tahun Penjara, Wali Kota Tegal Pasrah

Antara ยท Senin, 23 April 2018 - 14:34:00 WIB
Divonis 5 Tahun Penjara, Wali Kota Tegal Pasrah
Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Masitha saat menjalani sidang kasus dugaan suap sebesar Rp8,8 miliar dengan agenda pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/4/2018) lalu. (Foto: Antara)

SEMARANG, iNews.id - Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Masitha dijatuhi hukuman lima tahun penjara dalam kasus suap yang menjeratnya. Putusan itu dibacakan Hakim Ketua, Antonius Widjantono dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (23/4/2018). Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut tersangka tujuh tahun penjara.

Selain hukuman kurungan, Masitha juga dijatuhi hukuman denda Rp200 juta, yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama 4 bulan. "Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata Hakim Antonius, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (23/4/2018).

Menurut Antonius, terdakwa dengan sengaja melibatkan Amir Mirza Hutagalung, mantan Ketua Partai Nasdem Kabupaten Brebes dalam pengambilan berbagai kebijakan di pemerintahan, seperti soal proyek dan mutasi jabatan. Amir Mirza diketahui juga pernah menjadi ketua tim pemenangan Siti Masitha saat menjadi wali kota.

Total suap yang ditujukan kepada Masitha melalui Amir Mirza mencapai sekitar Rp7 miliar. Namun, menurut hakim, Masitha hanya menikmati secara langsung sebesar Rp500 juta. Suap yang dinikmati secara langsung tersebut, antara lain, dipergunakan untuk pengobatan di RS Siloam Jakarta, pemberian uang untuk pengambilan formulir pendaftar di Partai Golkar, dan Partai Hanura.

Atas uang yang dinikmati tersebut, Siti sudah mengembalikan sebesar Rp85 juta kepada penuntut umum. Dalam putusannya, hakim juga menolak tuntutan jaksa agar hak politik Masitha dicabut selama empat tahun. Hakim menilai tuntutan tersebut tidak disertai dengan alasan kuat.

Atas putusan tersebut, Masitha langsung menyatakan menerima, sementara jaksa masih menyatakan pikir-pikir.

Editor : Himas Puspito Putra