Duduk Santai di Trotoar Rembang, Pria asal Batu Malang Ini Ternyata Sudah Tewas

Musyafa · Minggu, 23 Agustus 2020 - 12:25:00 WIB
Duduk Santai di Trotoar Rembang, Pria asal Batu Malang Ini Ternyata Sudah Tewas
Polisi bersama petugas medis, saat berada di TKP warga meninggal dunia, Sabtu (22/8/2020). (Foto: Istimewa)

REMBANG, iNews.id – Seorang pria dengan posisi duduk di atas trotoar di pinggir jalur Pantura Semarang–Surabaya, Desa Tasikagung, Kota Rembang, Jawa Tengah (Jateng) dinyatakan meninggal dunia. Warga yang melintas di trotoar awalnya curiga karena korban terlalu lama duduk seperti orang istirahat.

Korban bernama Satriyo Cokro Parikesit (64) merupakan warga Dadap Tulis Utara, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Malang–Jawa Timur. Lama ditunggu tak ada pergerakan, akhirnya warga berinisiatif memeriksa. Namun, ternyata korban sudah tidak bernapas.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rembang Kota. Setelah polisi datang, jenazah korban dibawa mobil Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, menuju rumah sakit umum daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang.

Kapolsek Rembang Kota, AKP Didik Dwi Susanto mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban kebetulan membawa tas berisi obat-obatan. Informasi yang diterima, pria berusia lanjut ini mempunyai riwayat sakit asam lambung dan asam urat cukup berat.

“Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis dan petugas medis, kami simpulkan bukan karena tindak kekerasan. Tapi korban meninggal dunia karena sakit, “ ujarnya, Minggu (23/8/2020).

Didik menambahkan pada awalnya korban tidak membawa identitas, sehingga jenazah dititipkan sementara waktu di RSUD dr R Soetrasno. Namun belakangan polisi menerima informasi terkait identitas korban berasal dari Batu, Malang, Jawa Timur. Berkat bantuan Polres Malang, akhirnya polisi Rembang bisa tersambung dengan keluarga korban di Surabaya.

“Jenazah korban selanjutnya diambil oleh pihak keluarga Sabtu pukul sebelas malam tadi (22/08), untuk dimakamkan, “ ucapnya.

Menurut penjelasan dari perwakilan keluarga, korban Satriyo Cokro Parikesit sudah lama hidup sebatang kara. Bahkan dia pergi dari rumah, dalam kondisi sakit-sakitan.

Editor : Nani Suherni