Duh! Kotak Amal hingga 5 HP Santri untuk Belajar Online Dicuri

Suryono Sukarno ยท Jumat, 04 September 2020 - 08:47:00 WIB
Duh! Kotak Amal hingga 5 HP Santri untuk Belajar Online Dicuri
Pelaku pencurian kotak amal hingga lima handphone santri Pondok Pesantren Al Villa Khuzaemah di Desa Kebonagung, Kecamatan Kajen, Pekalongan (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

PEKALONGAN, iNews.id - Lima buah handphone yang digunakan untuk belajar daring para santri di Pekolangan, Jawa Tengah (Jateng) dicuri. Pelaku bahkan membobol kotak amal masjid dan membawa kabur uang di dalamnya.

Aksi nekat pelaku terjadi pada Jumat (28/8/2020) saat para santri Pondok Pesantren Al Villa Khuzaemah di Desa Kebonagung, Kecamatan Kajen melaksanakan salat subuh. Berbekal rekaman CCTV, pelaku Anang Afrizal alias Isal ( 30) akhirnya tertangkap.

Isal merupakan warga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Ia mengontrak rumah di Dukuh Tambor, Desa Nyamok, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Sehari-hari, dia bekerja sebagai kuli batu.

Diketahui, Isal masuk ke kantor asrama pondok pesantren. Saat itu pintu tidak terkunci. Untuk mebobol kotak amal, Isal menggunakan setrika milik santri. Dia memecah salah satu sisi kaca kotak amal itu. Lalu mengambil seluruh uang senilai Rp1 juta lebih.

"Kotak amal ada di ruangan itu. Di sekitarnya tergeletak lima HP. Saya ambil semua," kata Isal , Jum'at (4/9/2020).

Isal mengaku, uang hasil curiannya sudah dibelanjakan kebutuhan sehari-hari.

"Sebagian uang sudah saya belanjakan beras dan kebutuhan rumah tangga lainnya," katanya.

Usai salat subuh dan mengaji, beberapa santri yang bertugas menjaga ruangan itu kembali. Mereka kaget mendapati kotak amal telah pecah. Lantas mereka melaporkan kejadian itu ke Polsek Kajen.

Kapolsek Kajen Iptu Isnovin mengungkapkan, menerima laporan itu pihaknya langsung bergerak ke TKP. Dari hasil penyelidikan, ditemukan bercak darah di sekitar kotak amal. Pihaknya juga mendapatkan bukti rekaman dari CCTV apotik depan TKP.

"Dari hasil rekaman CCTV, kami dapatkan bukti tersangka saat masuk ke TKP. Sementara bercak darah itu ternyata dari luka jari tersangka saat memecah kotak amal. Dia tak mulus menggunakan setrika saat memecah kaca," katanya.

Selanjutnya, tim melakulan pendalaman. Identifikasi mengarah ke Isal. Akhirnya, Polsek Kajen berhasil menangkap Isal.

"Kami mengamankan lima unit handphone. Tersangka mengakui perbuatannya saat kami introgasi," ujarnya.

Akibat perbuatannya, Isal dijerat pasal 363 ayat 1 ke- 3e dan 5e KUHP. Dia diancam tujuh tahun penjara.

Editor : Nani Suherni