Fenomena Tanah Ambles Terjadi Lagi di Sawah Warga Gunungkidul

Kismaya Wibowo ยท Senin, 06 Januari 2020 - 17:35 WIB
Fenomena Tanah Ambles Terjadi Lagi di Sawah Warga Gunungkidul
Lubang berdiameter tiga meter dan dalam lima meter tercipta di Desa Karang Ngawen, Girisubo, Gunungkidul, Senin (6/1/2020). (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

WONOSARI, iNews.id – Fenomena tanah ambles kembali terjadi di Gunungkidul, Yogyakarta tepatnya di Desa Karang Ngawen, Girisubo. Hujan yang terus menerus terjadi diduga menimbulkan lubang berdiameter tiga meter di areal sawah warga, Minggu (5/1/2020).

Peristiwa tersebut diketahui warga pada Senin (6/1/2020) pagi. Kepala Dusun Karang Ngawen, Yuono Gambul mengatakan pada Minggu sore hujan terus mengguyur kawasan tersebut tanpa henti. Warga sekitar tidak mengetahui kapan tepatnya lubang sedalam lima meter itu tercipta.

“Warga tahunya Senin pagi, karena sebelumnya memang hujan terus mengguyur. Lubang ini berada di sawah milik warga bernama Jumadi dan digarap oleh Rukiyem,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

BACA JUGA: Warga Khawatir, Fenomena Tanah Ambles Kian Meluas

Akibatnya lubang tersebut merusak padi yang baru ditanam warga dua minggu lalu. Warga juga merasa khawatir dan menghentikan sementara aktivitas pertanian di kawasan tersebut.

Yuono mengatakan warga akan memasang pembatas agar lubang itu tidak didekati warga. “Kami akan pasang pembatas supaya warga yang mau melihat atau pekerja tidak terperosok,” katanya.

BACA JUGA: Fenomena Lubang Raksasa di Maros, Ahli: Itu Sinkhole karena Pelarutan Bebatuan Tanah

Dia menjelaskan bahwa kejadian seperti itu bukan yang pertama di Desa Karang Ngawen. Bahkan dua peristiwa tanah ambles terjadi dua kali di desa itu pada 2018 lalu.

“Pernah terjadi di Karangkidul dan Parsilan. Warga menduga hal ini terjadi karena tanah di daerah ini berjenis karst dan labil jika diguyur hujan terus menerus,” ucapnya.

Terjadinya tanah ambles di Desa Karang Ngawen membuat warga resah. Mereka berharap pemerintah daerah segera bertindak dan meneliti apa yang terjadi.


Editor : Rizal Bomantama