Ganjar Ancam Pidanakan Pihak yang Terlibat Jual Beli SKTM

Antara · Selasa, 10 Juli 2018 - 19:55 WIB
Ganjar Ancam Pidanakan Pihak yang Terlibat Jual Beli SKTM
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Dok. iNews)

MAGELANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengancam memidanakan bagi siapa saja yang terlibat "jual- beli" Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK.

"Kalau ada yang terlibat jual beli SKTM dalam proses PPDB akan saya pidanakan. Namun saya tidak terburu-buru, akan saya didik dan bina dulu," kata Ganjar Pranowo usai pembukaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang dipusatkan di Lapangan Bandongan, Magelang, Selasa (10/7/2018).

Dengan banyaknya penyalahgunaan SKTM dalam PPDB tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Tengah, pihaknya telah meminta panitia dan sekolah untuk segera memverifikasi ulang data calon siswa yang menggunakan SKTM sebelum PPDB diumumkan.

Ganjar menuturkan, berdasarkan data yang diterima jumlah calon siswa yang sudah dicoret karena terindikasi menggunakan SKTM "abal-abal" dan tidak sesuai kondisi sebenarnya mencapai ribuan calon siswa.


Dia berharap kepada para orang tua calon siswa yang mendaftarkan putra-putrinya di SMA negeri untuk tetap mengutamakan kejujuran terkait penggunaan SKTM sebagai salah satu syarat pendaftaran calon siswa baru. "Kita didik anak-anak untuk berbuat jujur dan berbudi pekerti yang baik, maka orang tua jangan berbohong," katanya.

Ihwal banyaknya temuan penyalahgunaan SKTM dalam PPDB tingkat SMA/SMK negeri tersebut, Ganjar berjanji akan memberikan evaluasi pelaksanaan PPDB tahun ini dengan melakukan verifikasi faktual yang tegas.

"Karena waktunya sudah mepet dengan pengumuman, maka saya minta kepada para kepala sekolah dan guru untuk melakukan verifikasi faktual yang tegas, yakni bila diketahui tidak sesuai dengan kenyataan, harus secara tegas dicoret," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan sejumlah catatan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait PPDB tahun 2018 untuk dilakukan perbaikan pada PPDB tahun depan.


Editor : Himas Puspito Putra