Ganjar Masih Berharap Bupati Karanganyar Batalkan Salat Id di Lapangan

Taufik Budi ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 22:40 WIB
Ganjar Masih Berharap Bupati Karanganyar Batalkan Salat Id di Lapangan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih berharap Bupati Karanganyar Juliyatmono untuk menginstruksikan warganya salat Id di rumah masing-masing. Sebab, saat ini hanya Karanganyar yang mengizinkan warganya untuk salat Idul Fitri di lapangan atau masjid.

“Untuk Karanganyar kemungkinan yang masih (mengizinkan salat Id di lapangan atau masjid),” kata Ganjar, Jumat (22/5/2020).

Menurutnya, masih ada waktu bagi Bupati Karanganyar Juliyatmono untuk menginstruksikan pelaksanaan salat Id di rumah masing-masing. Terlebih Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan aturan serupa sekaligus memberikan tata caranya.

“Masih ada waktu. Saya berharap Pak Bupati Karanganyar, untuk kita mari kita salat Id di rumah. Majelis Ulama Indonesia sudah memberikan guidance sehingga kita akan lebih tenang,” kata Ganjar.

Ganjar pun menyampaikan, telah berkoordinasi dengan Wali Kota Tegal untuk tidak melaksanakan salat Id di lapangan atau masjid. Meski status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah dicabut, salat Id di rumah dinilai lebih aman.

“Enggak (di lapangan atau masjid). Kemarin sudah klarifikasi tidak,” ujarnya.

Ganjar menyebut, terjadi lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan di Kota Semarang akibat masyarakat masih nekat berkunjung ke pasar, mal, maupun supermarket. Salah satu kejadiannya berada di Pasar Kobong.

"Karena kita terjadi peningkatan kasus. Kemarin di Semarang di pasar Kobong ada 26 positif dan ternyata dari Demak sehingga OTG-nya banyak. Karena ini, kondisinya sudah kritis," ucap Ganjar.

Diketahui, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengambil kebijakan berbeda dengan pemerintah pusat maupun provinsi terkait penyelenggaraan salat Idul Fitri. Politikus Partai Golkar itu mempersilakan warganya untuk melaksanakan salat Id di masjid maupun di lapangan.

Juliyatmono beralasan, setiap daerah memiliki kondisi berbeda terkait pandemi virus corona (Covid-19). "Kalau fokus pada Covid-19, saat ini telah melandai menurun drastis di Karanganyar," katanya.

Salat Idul Fitri berjemaah di masjid dan lapangan, kata Juliyatmono, merupakan wujud dari perayaan setelah sebulan lebih berpuasa. Selain itu, salat Id juga sebagai momentum belajar berdamai dengan virus corona seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, masyarakat nantinya akan terbiasa hidup dengan pandemi corona.

"Saat ini tidak diketahui kapan pandemi ini akan berakhir. Kita harus bisa menyiasati keadaan agar orang tidak trauma terhadap Covid-19," katanya.

Meski mempersilakan salat Idul Fitri, Juliyatmono juga tetap mengingatkan pelaksanaan salat tetap menerapkan protokol kesehatan agar tidak ada penyebaran Covid-19. Masyarakat harus benar-benar disiplin dalam pelaksanaannya.

"Salat Idul Fitri berlangsung setiap tahun, lebih afdol di lapangan. Karena situasinya Covid-19, maka pakai protokol kesehatan," kata Juliyatmono.


Editor : Maria Christina