Gara-Gara Ponsel Tertinggal di TKP, 2 Pembobol ATM Ditangkap Polisi

Lurisa Lulu ยท Kamis, 31 Mei 2018 - 21:58 WIB
Gara-Gara Ponsel Tertinggal di TKP, 2 Pembobol ATM Ditangkap Polisi
Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan saat gelar perkara kasus pembobolan ATM. (Foto: iNews/Lurisa Lulu)

SALATIGA, iNews.id – Pelaku pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) ditangkap polisi. Keduanya dibekuk setelah ponsel milik salah satu pelaku ketinggalan di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan petunjuk ponsel tersebut dan tayangan rekaman CCTV, polisi pun mengenali ciri-ciri pembobol ATM dan mengungkap kasus tersebut. Pelaku berinisial DH dan PL pun tak berkutik saat polisi menangkapnya. Mereka hanya bisa pasrah sambil menyesali perbuatannya.

Penuturan pelaku, awalnya tak memiliki niat untuk membobol ATM. Mereka ketika itu sedang berpesta minuman keras (miras) dengan rekannya yang lain. Saat minuman habis, mereka pun berniat membelinya kembali namun tidak memiliki uang. Berbekal parang dan palu, keduanya pun membobol paksa ATM yang berada di Jalan Diponegoro.

“Kami lihat ATM-nya sepi. Langsung kami bobol paksa, uangnya buat beli miras,” ujar DH, salah satu pelaku, Kamis (31/5/2018).

Selain membeli miras, mereka juga akan menggunakan uang hasil membobol ATM itu untuk berbelanja kebutuhan lebaran. Namun belum sempat menikmati hasil curiannya, DH dan PL sudah harus mendekam di penjara setelah diringkus polisi.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, kedua pelaku telah dua kali membobol paksa ATM. Mereka melakukannya saat dalam pengaruh alkohol.

“Penyelidikan anggota kami mengarah kepada kedua pelaku, setelah memeriksa ponsel yang tertinggal di lokasi ATM,” kata Kurniawan.

Kedua pembobol ATM tersebut merupakan warga asal Bogor dan Jakarta. Selama di Salatiga, mereka tinggal di rumah kos dan kerap bermabuk-mabukan. Selain menangkap dua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti palu, laci brankas mesin atm yang rusak, serta uang tunai puluhan juta rupiah.

Sementara barang bukti parang yang dipergunakan dalam beraksi hingga saat ini masih dicari petugas. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw