Gegara Anyaman Bambu, Pria di Purbalingga Pukuli Ibu dan Adik hingga 3 Gigi Tanggal

Catur Edi Purwanto ยท Sabtu, 25 Juli 2020 - 20:25:00 WIB
Gegara Anyaman Bambu, Pria di Purbalingga Pukuli Ibu dan Adik hingga 3 Gigi Tanggal
Petugas Polsek Bukateja, Polres Purbalingga mengamankan KA yang tega menganiaya ibu dan adik kandung, Sabtu (25/7/2020). (Foto: Istimewa)

PURBALINGGA, iNews.id – Hanya karena persoalan anyaman bambu, seorang pria berinisial KA (42), warga Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, tega menganiaya ibu dan adik kandungnya. Kedua korban penganiayaan harus dilarikan ke rumah sakit karena luka parah.

Kapolsek Bukateja AKP Agus Triyono mengatakan, petugas yang mendapat laporan dari kedua korban langsung mengamankan pelaku. Pelaku menganiaya ibu kandungnya bernama Samiyah (63) dan adik kandungnya, Irsadul Ngidap (40).

“Penganiayaan terjadi di depan rumah korban wilayah Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Kabupaten PurbaIingga, Jumat (24/7/2020). Penganiayaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Kapolsek kepada wartawan, Sabtu (25/7/2020).

Kasus penganiayaan berawal saat tersangka mendatangi rumah ibunya dalam keadaan mengamuk. Tersangka melempar tampir anyaman bambu ke tubuh ibunya. Dia kemudian memukuli ibunya dengan sapu, lalu mendorongnya hingga terjatuh.

“Adik tersangka yang mengetahui kejadian kemudian berusaha menolong. Namun, tersangka justru memukul adiknya di bagian mulut sebanyak tiga kali,” kata kapolsek.

Akibat penganiayaan tersebut, adik tersangka mengalami luka pada mulut. Selain itu, tiga gigi atas tanggal. Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bukateja.

“Setelah menerima laporan korban, kami tindak lanjuti dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Kami selanjutnya mengamankan tersangka di rumahnya,” kata Kapolsek.

Berdasarkan keterangan tersangka, dia tega melakukan penganiayaan karena kesal terhadap ibunya. Tersangka baru mengetahui hasil produksi tampir anyaman bambu yang dibuat ibunya dijual ke orang lain, bukan ke anaknya sendiri. Akhirnya dia kalap dan menganiaya ibu dan adiknya.

“Tersangka sudah kami amankan dan kami kenakan Pasal 351 ayat-1 tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara,” katanya.

Editor : Maria Christina