Geruduk DPRD Kendal, Guru Keagamaan Pertanyakan Refocusing Dana Hibah

Eddie Prayitno ยท Rabu, 07 April 2021 - 12:40:00 WIB
Geruduk DPRD Kendal, Guru Keagamaan Pertanyakan Refocusing Dana Hibah
Guru keagamaan nonformal mendatangi gedung DPRD Kabupaten Kendal. Foto: iNews/Eddie Prayitno.

KENDAL, iNews.id – Puluhan guru keagamaan nonformal mendatangi gedung DPRD Kabupaten Kendal. Mereka mempertanyakan pemotongan dana hibah untuk insentif guru madin. 

Kedatangan puluhan guru keagamaan nonformal, mewakili 12.300 guru lainnya. Mereka mempertanyakan terkait bantuan insentif Rp500.000 per tahun. Padahal anggaran awal yang disiapkan Rp1 juta per tahun. Namun karena aturan refocusing, anggaran ikut dipangkas 50 persen. 

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq menyesalkan refocusing kembali dana hibah guru madin di tahun 2021. Hal yang sama sebelumnya sudah dilakukan tahun 2020 dengan memangkas 50 persen karena untuk penanganan Covid-19. 

“Kami mendorong penuh agar anggaran yang direfocusing bisa dikembalikan dan terwujud,” kata Mahfud Sodiq, Rabu (7/4/20211).

Dirinya meminta eksekutif meninjau kembali. Kebijakan refocusing dana hibah guru agama dinilai tidak efektif karena menekan pendapatan tambahan para guru madin. 

Kepala Bakeuda Kendal Agus Dwi Lestari mengatakan, dana hibah untuk tenaga pendidik keagamaan awalnya Rp10,4 miliar dengan penerima 12.300 orang. Sehingga masing-masing akan menerimaRp1 juta per tahun. Dengan refocusing, setiap guru madin hanya mendapatkan sekitar Rp500.000 per orang setiap tahun. 

“Dana hasil refocusing dikumpulkan untuk mencukupi kebutuhan penanganan pandemi Covid-19, seperti vaksinasi dan pemberian dana intensif tenaga kesehatan yang mencapai Rp101 miliar,” kata Agus Dwi Lestari. 

Mewakili ribuan guru agama Kendal, anggota pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majelis Dikdasmen, Bayu Adhi Pamungkas mengatakan, selama ini guru madin di Kendal hanya mendapat dana hibah Rp1 juta per orang per tahun. Jumlah itu sangat kecil untuk keperluan sehari-hari. Terlebih setelah direfocusing, jumlahnya semakin kecil.

“Kami minta hak 12.300 guru agama di Kendal dikembalikan pada tahun 2021 ini. Kami menyadari refocusing tidak bisa dihindari, namun berharap tidak ada penomotongan,” kata Bayu Adhi Pamungkas. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo