Gunakan Karung Pasir, Petugas Bersama Warga Berjibaku Tambal Tanggul Jebol Sungai Bremi
PEKALONGAN, iNews.id - Penanganan darurat tanggul jebol Sungai Bremi di wilayah Pabean, Kota Pekalongan dilakukan secara gotong royong. Warga bersama TNI, Polri, BPBD, relawan serta pemerintah daerah bahu-membahu menutup tanggul agar luapan air dan banjir segera teratasi.
Tanggul yang jebol menyebabkan air meluap ke permukiman warga. Penutupan dilakukan secara manual menggunakan karung pasir, kayu, bambu dan material darurat.
Berkat kerja sama semua pihak, kondisi banjir mulai surut dengan ketinggian air 20-50 sentimeter.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid memastikan, seluruh unsur terkait bekerja maksimal. Dia menegaskan bahwa soliditas dan gotong royong menjadi kunci utama agar kondisi darurat bisa segera terkendali.
"Keterlibatan warga sebenarnya menjadi kunci cepatnya penanganan. Warga sangat luar biasa sampai tidak bekerja," ujar Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid.
Selain itu, penanganan warga terdampak juga menjadi prioritas dengan penyaluran bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan.
Komandan Kodim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Ihalauw Garry Herlambang turut turun langsung ke lapangan memimpin personel TNI.
Dia memastikan, kesiapsiagaan prajurit dan optimalisasi perbantuan TNI dalam penanganan bencana.
Sementara itu, sejumlah warga masih mengungsi ke tempat aman, di antaranya sekolah dan musala terdekat. Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen melakukan perbaikan tanggul secara permanen setelah kondisi air terkendali, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Editor: Kurnia Illahi