Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Abu Vulkanik Tipis Turun di Boyolali

Kuntadi ยท Minggu, 05 Januari 2020 - 08:35 WIB
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas, Abu Vulkanik Tipis Turun di Boyolali
Kondisi Gunung Merapi terpantau dari wilayah Boyolali. (Foto: Dok iNews).

YOGYAKARTA, iNews.id - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan DI Yogyakarta (DIY) kembali mengeluarkan awan panas. Masyarakat diimbau untuk waspada dan mengantisipasi gangguan abu vulkanik.

Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Tekonologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan, luncuran awan panas Gunung Merapi terjadi Sabtu (4/1/2020) malam pukul 20.36 WIB. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 55 mm dan durasi kurang lebih 105 detik.

"Secara visual, ketinggian kolom asap tidak terpantau karena kondisi berkabut. Tapi berdasarkan jarak luncurnya diperkirakan mencapai satu kilometer," kata Hanik dalam keteragan pers yang diterima iNews.id, Minggu (5/1/2020).

BACA JUGA: Gempa Hari Ini Bermagnitudo 4,8 Guncang Malang, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Awan panas ini merupakan yang pertama pada 2020. Kondisi ini telah menimbulkan hujan abu tipis di wilayah Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng).

"Untuk itulah masyarakat diimbau waspada dalam mengantisipasi gangguan abu vulkanik," ujar dia.

Hingga kini Gunung Mearpi masih dalam status Waspada sejak 21 Mei 2018. Pantauan meteorologi cuaca berawan, mendung dan hujan. Angin bertiup dengan intensitas lemah, sedang hingga kencang ke arah timur, sedangkan suhu udara antara 14-22,4 derajat celcius.

BACA JUGA: Banjir di Sulsel, Gubernur: Penyebabnya Alih Fungsi Lahan Jadi Perumahan

"Kami mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," ujarnya.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya. Warga harus tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal