Guru Honorer di Boyolali Nekat jadi Kurir Sabu karena Alasan Ekonomi

Tata Rahmanta ยท Rabu, 09 Oktober 2019 - 14:24 WIB
Guru Honorer di Boyolali Nekat jadi Kurir Sabu karena Alasan Ekonomi
Polisi menangkap Giri Ade Susanto, kurir sabu yang ditangkap di Boyolali. (Foro: iNews.id/Tata Rahmanta)

BOYOLALI, iNews.id - Guru honorer Sekolah Dasar di Boyolali Jawa Tengah (Jateng) ditangkap polisi karena menjadi kurir sabu. Barang bukti berupa lima paket sabu dengan total 14 gram yang disimpan dalam powerbank turut diamankan untuk dijadikan barang bukti.

Giri Ade Susanto tertunduk lesu saat gelar perkara di Mapolres Boyolali, Ngadirejo, Desa Mojosongo, Kecamatan Boyolali, Selasa (8/10/2019). Penangkapannya bermula dari informasi masyarakat.

Satresnarkoba Polres Boyolali melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di dekat rumahnya, Desa Salakan Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Selain kurir, pelaku juga diduga sebagai pemakai.

Kurir Narkoba Profesional Dibekuk di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, 3 Kali Berhasil Kirim Sabu

Bawa Sabu 18 Kg, Polisi Tangkap 5 Kurir Jaringan Internasional di Sumut

Sabu tersebut, rencananya akan diserahkan kepada BW yang kini buron, di Alun-alun Pati Jateng. Oleh BW, sabu rencananya akan diserahkan kepada DN yang kini berada di dalam lapas di Pati Jateng.

Pelaku mengaku nekat menjadi kurir karena gaji guru honorer yang kecil. Selain sabu-sabu, polisi juga menyita timbangan, alat isap atau bong, handphone dan beberapa barang bukti lainnya.

“Jadi kurir karena alasan ekonomi, gaji ga cukup,” kata pelaku.

Sementara Wakapolres Boyolali, Kompol Donny Eko Listiyanto mengatakan saat penggeledahan di rumah pelaku, polisi menemukan barang bukti sabu disimpan di powerbank yang dimodifikasi.

“Dari pengakuan pelaku, dia sudah dua kali mengirim sabu, disuruh orang yang sama yakni napi di Lapas Pati,” kata Donny.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 Undang-Undang RI no.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah