H+8 Pascagempa Banjarnegara, Pengungsi Mulai Terserang Penyakit

Elis Novit ยท Rabu, 25 April 2018 - 09:10 WIB
H+8 Pascagempa Banjarnegara, Pengungsi Mulai Terserang Penyakit
Pengungsi gempa Banjarnegara dievakuasi menggunakan ambulans ke puskesmas setempat, Rabu (25/4/2018). (Foto: iNews/Elis Novit)

BANJARNEGARA, iNews.id - Memasuki hari ke-delapan pascagempa mengguncang Banjarnegara, Jawa Tengah, sejumlah pengungsi mulai diserang penyakit. Sebanyak 561 orang dari 2.125 pengungsi mengalami sakit dan gangguan kesehatan. Pengungsi korban gempa umumnya menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare dan juga demam.

Delapan hari tinggal di pengungsian yang serba terbatas, dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem membuat sejumlah pengungsi korban gempa di Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah, terserang penyakit.

Sejumlah korban yang sakit parah, selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Kalibening menggunakan ambulans untuk dirawat intensif. Evakuasi dilakukan oleh tim kesehatan yang siaga selama 24 jam di sejumlah titik posko pengungsian.

“Ini dibawa ke puskesmas. Tadi mengeluh sakit perut dan pusing. Anaknya juga begitu,” ucap Yuli, salah seorang pengungsi saat ditemui di lokasi pengungsian, Rabu (25/4/2018).

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Andri Sulistyo mengatakan, dalam dua hari ini sudah menangani ratusan pengungsi yang menderita sakit. Hal tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi cuaca yang memang cukup ekstrem.

“Kemarin itu ada sekitar 700 kalau hari ini ada sekitar 400 yang mendapat pelayanan medis. Sebagian besar yang ditangani mengeluh demam mungkin karena pengaruh hujan,” kata Andri.

Kondisi pengungsian yang minim fasilitas dan kurangnya asupan makan berupa buah buahan dan vitamin, membuat para pengungsi ini rentan terserang penyakit. Saat ini sebanyak 2.125 warga korban gempa masih mengungsi.

Sebagian pengungsi bahkan memilih tinggal di tenda-tenda darurat. Mereka merasa takut dan trauma jika harus tinggal di bawah bangunan tembok karena khawatir terjadi gempa susulan. Apalagi, hingga hari ke-delapan pascagempa, tercatat sudah 16 kali gempa susulan terjadi.

Barang yang paling dibutuhkan pengungsi saat ini antara lain pakaian, alat sekolah dan juga uang untuk membantu meringankan pembangunan rumah warga yang rusak dan roboh terkena gempa.


Editor : Himas Puspito Putra