Hindari Lubang Jalan, Pelajar Tewas Tabrak Taman di Jalur Pantura Kendal

Eddie Prayitno ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 16:12 WIB
Hindari Lubang Jalan, Pelajar Tewas Tabrak Taman di Jalur Pantura Kendal
Petugas dibantu warga mengevakuasi pelajar yang menabrak taman jalan di Pantura Kendal. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Pelajar SMA swasta tewas setelah motor Honda Vario nopol H 3922 VU yang dikendarainya menabrak taman di tengah Jalan Pantura Ketapang, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (5/12/2019).

Belum diketahui penyebab kecelakaan tunggal tersebut, namun diduga akibat korban menghindari lubang jalan. Warga yang melihat kejadian itu lantas bergegas memberikan pertolongan. Nahas, nyawa korban tak tertolong saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Soewondo Kendal akibat luka parah di bagian kepala.

Saksi mata, Saefudin menuturkan, kecelakaan tunggal itu terjadi diduga akibat kondisi jalan bergelombang di jalur Pantura Ketapang Kendal.

Korban saat itu memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dari arah timur. Tiba-tiba motornya oleng dan menabrak taman di tengah jalan.

“Korban tidak pakai helm. Kepala korban membentur taman hingga terkapar. Sedangkan sepeda motor terpelanting ke kiri,” katanya.

BACA JUGA:

Bawa Motor Kencang saat Hujan, Pengendara di Kendal Jatuh dan Dilindas Mobil

Ban Meletus, Truk Trailer Bermuatan Semen Seruduk Tembok SMP di Pantura Kendal

Menurut Saeufidn, saat kejadian tidak ada kendaraan lain baik di depan maupun di belakang korban. “Kondisi jalan pas kejadian sepi,” ucapnya.

Saefudin menuturkan, korban belum diketahui identitasnya karena tidak ditemukan tanda pengenal. Hanya ditemukan buku tulis dengan nama Rehan dan seragam sekolah LP Maarif.

“Diduga korban merupakan pelajar sebuah sekolah SMA swasta dan masih dicari identitasnya sama polisi. Kalau kondisi sepeda motornya ringsek bagian depan dan sudah diamankan petugas,” kata Saefudin.

Kasus kecelakaan tunggal itu kini ditangani petugas Satuan Lalu Lintas Polres Kendal. Polisi sudah mengolah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi.

 


Editor : Kastolani Marzuki