Ini Perbedaan Siklon Tropis Surigae dengan Siklon Tropis Seroja

Binti Mufarida ยท Jumat, 16 April 2021 - 07:30:00 WIB
 Ini Perbedaan Siklon Tropis Surigae dengan Siklon Tropis Seroja
siklon tropis. (Antara)

JAKARTA, iNews.id -  Bibit siklon tropis di utara Papua saat ini telah berkembang menjadi siklon tropis Surigae yang bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina. Peringatan itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Siklon tropis Surigae ini bahasa Jepang karena saat ini sudah masuk wilayah pengamatan Japan Meteorological Agency,” kata Kepala Badan BMKG, Dwikorita Karnawati dari laman media sosial resmi BMKG, Kamis (15/4/2021).

Dia mengatakan luas potensi wilayah yang terdampak secara tidak langsung mencapai wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
 
“Dampaknya intensitas hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang. Dan juga gelombang tinggi,” katanya.

Lantas apa yang menjadi perbedaan siklon tropis Surigae ini dengan siklon tropis Seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu?

“Nah, siklon tropis Surigae berbeda dampaknya dengan Seroja. Karena Seroja itu terbentuk masuk ke wilayah daratan atau pulau di wilayah Indonesia. Posisinya benar-benar di pulau itu di Indonesia,” kata Dwikorita.

Menurutnya, siklon tropis Surigae terbentuk jauh di wilayah Indonesia. “Kalau Surigae ini terbentuknya jauh di wilayah Indonesia. Jadi dampak yang disebutkan adalah dampak tidak langsung. Sehingga, intensitasnya tidak akan sekuat dengan siklon tropis Seroja,” ujarnya.

Namun, pihaknya menegaskan bahwa BMKG akan terus melakukan update terkait perkembangan siklon tropis Surigae ini. “Nah ini akan kami sampaikan sampai tiga hari kedepan kalau ada perkembangan akan kami update lagi,” katanya.
 
Dwikorita juga mengatakan bahwa secara karakteristik siklon tropis Seroja dan Surigae cukup sama. “Munculnya bibit siklon apapun yang membentuk baik siklon tropis Seroja dan Surigae ini terutama karena peningkatan suhu muka air laut,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, di wilayah Indonesia saat ini sudah semakin hangat, saat ini sudah mencapai 30 derajat celcius suhu muka air lautnya. 

“Dan inilah yang menyebabkan low pressure area atau area yang tekanan rendah, jauh lebih rendah dari tekanan area di sekitarnya. Sehingga terjadilah aliran udara sirkuler di sekitar tekanan rendah tersebut. Itu terutama penyebabnya,” ujarnya. 

Editor : Ahmad Antoni