Istri Kaget Tak Mendapati Sandal di Musala, Ternyata Suaminya Ditangkap Densus 88

Eddie Prayitno · Jumat, 13 Agustus 2021 - 22:46:00 WIB
Istri Kaget Tak Mendapati Sandal di Musala, Ternyata Suaminya Ditangkap Densus 88
Nur Hariani, istri Nur Priono Hadi menunjukkan beberapa ruangan usai rumahnya digeledah Densus 88. (iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews,.id - Densus 88 Antiteror menangkap dua terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Kelurahan Kebondalem dan Kelurahan Bugangin, Kabupaten Kendal, Jumat (13/8/202). keduanya langsung dibawa ke Semarang.

Terduga teroris yang diamankan yakni Nur Priono Hadi dan Bambang Budiono. Nur Priono ditangkap di rumah kontrakannya di Kelurahan Bugangin.

Sedangkan Bambang ditangkap di rumahnya di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kota Kendal. Keduanya ditangkap saat hendak berangkat menuju masjid untuk salat subuh.

Keseharian rumah kontrakan Nur Priono dijadikan tempat praktik pijat refleksi dan permak jahitan. Menurut istri terduga teroris, dirinya tidak tahu suaminya ditangkap. Dia mengatakan, seperti biasanya Nur berangkat ke musala lebih awal dan istrinya Nur Hariani menyusul di belakangnya.

Namun saat sampai di musala, istrinya tidak mendapati  sandal terduga teroris dan  berpikir suaminya salat subuh di masjid lain. Namun saat pulang, tidak mendapati Nur Priono. Sepeda motor juga ada di rumah, termasuk telepon dan dompet juga masih ada di kamar.

Hariani baru tahu kalau suaminya ditangkap saat petugas kepolisian datang ingin menggeledah rumahnya.  Pertama yang ditanya adalah ransel gunung dan perlengkapan untuk mendaki.

Kemudian menggeledah kamar serta ruang tengah. Polisi membawa dua buah CPU komputer, laptop, telepon seluler dan sejumlah buku milik suaminya. “Saya nggak tahu, tahunya ya itu tadi berangkat ke musala salat subuh bawa sandal jepit. Bapak sudah berangkat duluan,” kata Nur Hariani.

“Saya nyusul ke musala. Tapi sampai musala sandalnya nggak ada. Waktu itu saya nggak kepikiran kalau ada kejadian. Saya mikirnya bapak salat di masjid depan. Waktu saya pulang sandalnya nggak ada tapi kendaraannya ada, saya juga heran,” katanya.

Sementara terduga teroris Bambang Budiono diamankan d irumahnya di Kelurahan Kebondalem Kendal. Tidak ada aktivitas di rumah yang berada di pinggir jalan  ini, rumah tampak tertutup.

Menurut sejumlah tetangga, Bambang Budiono jarang keluar dan hanya keluar saat salat berjemaah di masjid dekat rumahnya.

“Dia jarang keluar, jarang interaksi. Komunikasi dengan tetangga juga jarang. Tahunya cuma waktu salat. Waktu penggeledahan saya nggak tahu. Tahunya cuma ada ramai-ramai gitu,” kata Udin.

Belum ada keterangan resmi dari Polres Kendal terkait penangkapan  dan penggeledahan di rumah kedua terduga teroris ini. Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto  menyerahkan pada penyidik di Polda Jateng.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel: