Beredar Isu Calon Pekerja Migran Ditangkap saat Jokowi di Cilacap, Polda Jateng: Kami Ajak Diskusi
CILACAP, iNews.id - Polda Jawa Tengah (Jateng) menepis isu penangkapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan membentangkan poster aspirasi saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di SMAN 2 Kabupaten Cilacap. Polisi justru memfasilitasi mereka dengan mengundang Disnakertrans Kabupaten Cilacap.
Kabid Humas, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, sekira pukul pukul 11.35 sampai dengan 12.19 di sepanjang jalan Ketapang menuju ke SMA N 5 Cilacap tim pengamanan mendeteksi rencana pembentangan poster oleh CPMI. Namun tim pengamanan berkoordinasi dengan Disnakertran Kabupaten Cilacap untuk memfasilitasi para calon tenaga kerja Korea dan Taiwan agar tercapai solusi dan menentukan jalan yang terbaik.
"Hal ini bertujuan agar aksi massa susulan dapat diantisipasi, karena jumlahnya ribuan CPMI ," ujar Kombes Iqbal melalui keterangan pers tertulis, Jumat (24/9/2021).
Iqbal menuturkan, saat itu ada ratusan CPMI Korea yang datang di lokasi Jalan Ketapang. Mereka membawa berbagai macam poster yang bertuliskan "Pak Jokowi tolong buka GTOG Korea", "Tolong kami pak Jokowi CPMI mangkrak 2 tahun, "Kami pahlawan devisa #Save CPMI GTOG Korea Selatan", dan Pak Jokowi tolong kami CPMI GTOG Korea Selatan yang mangkrak penempatan hampir 2 tahun".
"Kami memanggil dan mengajak diskusi perwakilan CPMI sebanyak enam orang berniat menyampaikan aspirasi dengan membentangkan poster kepada Presiden terkait BP2MI menghentikan Pengiriman Tenaga kerja Indonesia ke Korea saat pandemi Covid 19," katanya.
Dia menjelaskan terhadap enam orang tersebut dilakukan pendekatan dan penjelasan oleh Dir Intelkam Polda Jateng, Kombes Pol Djati W Abadhy. Saat itu dijelaskan bahwa pemerintah lebih mengutamakan keselamatan masyarakat agar tidak menjadi korban penularan Covid-19 di Korea. Enam orang itu menerima dan memahami keterangan yang disampaikan Kombes Djati.
"Selanjutnya permasalahan akan di sampaikan kepada pemerintah daerah setempat untuk tetap memperhatikan nasib CPMI," kata Iqbal.
"Alhamdulillah mereka menerima dan berterima kasih karena aspirasi mereka tersalurkan dan semua kegiatan berjalan lancar, dilanjutkan Foto bersama kok," ucapnya lagi.
Iqbal pun meminta kerja sama semua pihak untuk tidak meperkeruh situasi dengan memanipulasi fakta di lapangan.
"Saya mengajak rekan-rekan yang aktif di media massa atau medsos untuk menulis segala sesuatunya sesuai fakta dan membangun iklim informasi yang membangun," ujarnya.
Editor: Nani Suherni