Jejak Sejarah Pemalang, Pernah jadi Pangkalan Perang Majapahit
PEMALANG, iNews.id - Sejumlah daerah di Pulau Jawa pada masa lampau masing-masing memiliki sejarah tersendiri. Salah satunya adalah Kabupaten Pemalang yang berada di Provinsi Jawa Tengah.
Sejarah lahirnya sebuah kota kecil yang bernama Pemalang, tak lepas dari jejak keberadaan kerajaan-kerajaan pada zaman dulu di Tanah Jawa.
Menurut sebuah buku yang ditulis W. Fruin Mees, pada kisaran tahun 1575, Kabupaten Pemalang merupakan salah satu dari 14 wilayah merdeka di Pulau Jawa yang dipimpin oleh seorang raja.
Konon, nama Pemalang sudah dikenal sejak zaman Majapahit. Bahkan, oleh Patih Gajah Mada, wilayah ini dijadikan pangkalan perang ke Sriwijaya. Kemudian, daerah yang berada di lereng Gunung Slamet ini ditaklukkan oleh Kesultanan Mataram Islam.
Adapun asal usul nama Pemalang, konon dari nama seorang tokoh yang bernama Raden Joko Malang.
Menurut kisahnya, dia medapat kekuasaan wilayah ini dari Ki Buyut Jiwandono atau Ki Buyut Banjarsari, yang kala itu sebagai penguasa menjadikan Pemalang sebagai wilayah perdikan Majapahit.
Nama Pemalang, terdiri dari dua kata, yaitu Pe dan Malang, yang dalam bahasa Jawa, Pe berarti tempat, sedangkan Malang merujuk pada Raden Joko Malang. Maka, Pemalang dapat diartikan sebuah tempat kekuasaan Raden Joko Malang.
Dalam catatan sejarah, selain sempat menjadi wilayah Mataram Islam, Kabupaten Pemalang juga pernah menjadi bagian dari wilayah Hindia Belanda.
Bupati Pemalang yang berkuasa pada tahun 1820-1830 dinyatakan turut terlibat dalam Perang Diponegoro melawan kolonial Belanda.
Editor: Ahmad Antoni