get app
inews
Aa Text
Read Next : Kronologi Kecelakaan Truk Terguling di Flyover Jatingaleh Semarang, Sopir Diduga Ugal-ugalan

Jelang Akhir Tahun, Warga Semarang Berburu Batik Lawasan dan Kekinian

Jumat, 25 Desember 2020 - 09:22:00 WIB
Jelang Akhir Tahun, Warga Semarang Berburu Batik Lawasan dan Kekinian
Kombinasi batik lawasan dan kekinian di gerai batik Benang Ratu Majapahir banyak diminati pembeli. (iNews/Ahmad Antoni)

SEMARANG, iNews.id Pandemi Covid-19 tak menyurutkan warga Kota Semarang untuk berburu beragam motif batik. Meski aktivitas perdagangan batik sempat menurun di awal masa pandemi Covid-19, kini pembelian batik secara langsung di pusat-pusat perbelanjaan maupun gerai-gerai di Kota Semarang kembali bergeliat.

Menjelang libur akhir tahun 2020, sejumlah gerai batik di Kota Semarang pun dipadati sejumlah pengunjung. Seperti di gerai batik Benang Ratu Majapahit, Jalan Brigjen Katamso Semarang, Kamis (24/12/2020). Tak sedikit pengunjung yang berbelanja batik.

Tentunya, pengunjung tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Sementara guna memenuhi kebutuhan batik di akhir tahun ini, manajemen Benang Ratu telah menyiapkan beragam motif batik, termasuk kombinasi motif batik lawasan dengan batik kekinian.

Store Manager gerai Benang Ratu Majapahit, Apriana Panca Kartikasari mengatakan, meski di awal pandemi Covid-19 sempat mengalami penurunan namun peminat batik tak pernah pudar.

“Awal-awal Covid pada bulan Maret masih lumayan. Yang paling terasa menurun di bulan April hingga 40 persen. Tapi Alhamdulillah, mulai September-Oktober sampai sekarang naik lagi dan kembali normal,” kata Apriana, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, kombinasi motif batik lawasan dengan batik kekinian saat ini memang sedang diminati konsumen. “Batik lawasan itu seperti motif parang, kawang dikombinasikan dengan batik kekinian dengan motif hewan, bunga dan sejenisnya,” katanya.

Namun demikian, konsumen juga ada yang suka motif warna netral. Sehingga pihaknya juga menyediakan motif-motif yang sesuai peminat pasasr. “Ya lumayan ramai dengan membuat motif kombinasi, karena memang memproduksi sendiri,” ujar dia.

Untuk tren motif  batik di 2021, kata dia, tak jauh beda di tahun ini yakni motif kombinasi, netral dan ngejreng. Sementara dalam menyiasati pandemi Covid yang berkepanjangan, pihaknya juga melakukan promo melalui media sosial seperti instagram story hingga penjualan secara online dengan bebas ongkos kirim.

“Sejak pandemi kita sudah lakukan penjualan lewat online dengan free ongkir. Promo juga kita lakukan lewat instagram story. Ya ada peningkatan sebesar 50 persen  lewat belanja online,” ujarnya.
 

Editor: Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut