Jelang Tegal Lockdown, PKL Tuntut Kompensasi ke Wali Kota karena Tak Berjualan

Yunibar · Minggu, 29 Maret 2020 - 19:34:00 WIB
Jelang Tegal Lockdown, PKL Tuntut Kompensasi ke Wali Kota karena Tak Berjualan
PKL menuntut kompensasi ke Wali Kota Tegal atas kebijakan lockdown lokal selama empat bulan. (Foto: iNews/Yunibar)

TEGAL, iNews.id – Lockdwon lokal atau isolasi wilayah terbatas yang akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal diprotes warga terutama para pedagang kaki lima (PKL). Mereka menuntut Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memberikan kompensasi biaya hidup selama masa isolasi berlangsung.

Protes itu diungkapkan puluhan PKL di kawasan Balai Kota Lama saat mereka kembali diminta petugas Satpol PP untuk menutup dagangannya, Minggu (29/3/2020). Mereka diminta petugas Satpol PP segera meninggalkan tempat dagangannya untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Isolasi wilayah terbatas itu mulai diberlakukan Senin (30/3/2020) dengan memasang MBC beton seberat 2 ton di seluruh pintu masuk kampung yang berjumlah 49 titik.

PKL Balai Kota Lama, Yuli mengatakan, selama ini PKL hanya menggantungkan hidupnya dari berjualan. Jika selama masa isolasi mereka tetap berada di rumah, bisa dipastikan mereka tidak memiliki penghasilan guna penghidupan mereka sehari-hari.

“Saya selalu kesulitan berjualan, pagi dibubari. Siang juga sama sering dibubarkan petugas. Kalau malam hari lampu penerangan jalan dimatikan. Praktis saya tidak bias apa-apa,” katanya.

Menurut Yuli, PKL memiliki hak untuk meminta kompensasi selama masa isolasi yang cukup lama hingga empat bulan, apalagi dia memiliki empat anak yang sangat membutuhkan makan dan susu.

Dia berharap Pemkot Tegal memberikan bantuan sembako dan kebutuhan hidupa lainnya yang layak. Mereka ingin warga tidak mati kelaparan karena kasus corona.

Para PKL juga meminta pemkot mendata berapa jumlah pkl yang terdampak akibat pemberlakuan isolasi wilayah yang menutup 49 titik akses masuk maupun ke luar ke kota. mereka hanya menginginkan solusi atau jalan keluar akibat penutupan akses sebagai dampak pencegahan virus Covid-19.

Sebelumnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan pemkot sudah menyiapkan anggaran darurat bencana sebesar Rp2 miliar. Anggaran itu untuk membantu warga miskin yang terdampak akibat isolasi wilayah terbatas selama empat bulan.

“Kami juga akan menggalang dana sukarela dari PNS Pemkot dan DPRD. Tiap gajian mereka sukarela menyisihkan sebaagian rezekinya untuk warga yang membutuhkan,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki