Kakek Penjaga Rumah di Kulonprogo Ditemukan Tewas Penuh Belatung

Kuntadi ยท Senin, 06 Januari 2020 - 14:34 WIB
Kakek Penjaga Rumah di Kulonprogo Ditemukan Tewas Penuh Belatung
PMI mengevakuasi jasad kakek penjaga rumah di Galur, Kulonprogo, Senin (6/1/2020). (Foto: iNews/Kuntadi)

WATES, iNews.id – Warga Desa Karangsewu, Galur, Kulonprogo, Yogyakarta, Senin (6/1/2020) pagi digegerkan dengan penemuan mayat penuh belatung di halaman belakang rumah salah satu warga. Korban diketahui bernama Sutarjo (71) warga Pedukuhan Bapangan, Desa Karangsewu, Galur yang merupakan penjaga rumah.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Ngadi mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh warga yang curiga dengan kondisi pintu gerbang rumah warga bernama Sun Haji yang terbuka. Padahal rumah ini kosong dan jarang ditempati. Hanya korban yang kerap berada di rumah ini untuk bersih-bersih.

Atas kecurigaan ini warga mecoba masuk ke dalam halaman rumah Sun Haji. Namun baru beberapa langkah, saksi mata mencium bau menyengat. Warga kemudian menemukan korban terlentang di halaman belakang rumah.

BACA JUGA: 5 Hari Hilang, Kakek di Lubuk Batang OKU Ditemukan Tewas di Jurang

Warga langsung melaporkan penemuan itu ke polisi. Jasad korban langsung dievakuasi ke rumah sakit.

“Kemungkinan korban ini jatuh dari tangga, saat membetulkan genteng,” kata Ngadi di RSUD Wates.

Polisi menduga hal tersebut karena menemukan tangga bambu tergeletak. Sebuah pot tanaman juga ditemukan tergelimpang di dekat tubuh korban. Sementara lantai teras belakang rumah berbahan keramik dan cukup licin.

Dari hasil pemeriksaan, korban diperkirakan meninggal dunia sejak tiga hari lalu. Tubuhnya sudah dipenuhi dengan belatung. Sedangkan dari pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.

“Tidak ada tanda penganiayaan, kemungkinan jatuh. Jasadnya akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ucapnya.

BACA JUGA: Buat Perapian di Rumah, Seorang Kakek Tewas dalam Kebakaran

Menantu korban, Danang Prasetyo mengaku terakhir berjumpa dengan korban pada 28 Desember 2019 silam. Dia tidak tinggal serumah dengan korban. Korban hanya tinggal dengan sudara karena semua anaknya sudah memiliki rumah sendiri.

Menurutnya selama ini korban bekerja sebagai petani dan sudah dipercaya hampir 20 tahun untuk membersihkan rumah Sun Haji yang ada di Pedukuhan Sewu Galur, Desa Karangsewu, Galur.

Biasanya korban membersihkan rumah pada siang dan kembali pada sore hari. Namun kadang korban juga diajak Sun Haji ke rumahnya yang ada di Sleman. Sehingga keluarga korban tidak curiga.

“Tidak ada curiga, karena kadang ikut ke Sleman dan tidak pulang,” katanya.


Editor : Rizal Bomantama