Kapal Tongkang Terdampar di Depan Makam Keramat Jadi Objek Wisata

Suryono ยท Kamis, 31 Januari 2019 - 10:40 WIB
Kapal Tongkang Terdampar di Depan Makam Keramat Jadi Objek Wisata
Kapal tongkang terdampar jadi objek wisata warga. (Foto: iNews/Suryono).

PEMALANG, iNews.id - Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara terdampar di depan makam keramat Syeh Maulana Samsudin Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (31/1/2019) dini hari tadi.

Warga yang juga saksi mata terdamparnya kapal, Agus (48) mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 04.00 WIB. Waktu itu dia bersama rekannya sedang duduk-duduk di warung pinggir pantai.

"Tiba-tiba ada teman lihat, warnanya hitam lama-kelamaan makin mendekat. Pas dilihat, tidak tahunya kapal tongkang," kata Agus di lokasi Pantai Widuri, Kabupaten Pemalang, Jateng.

Setelah dia bersama rekan-rekannya mengabari adanya kapal terdampar, warga pun mulai berdatangan ke sana. Hingga pagi hari, pantai tempat kapal tongkang terdampar malah jadi objek wisata dadakan.

Menurut dia, kabar semakin beredar luas, sehingga banyak yang datang ke sini. Mereka pun memarkirkan kendaraan di bibir pantai, sehingga menyebabkan kemacetan ke lokasi Pantai Widuri.

"Warga ini kaget, karena belum pernah ada seperti ini. Mereka datang ramai-ramai, dan tukang jajanan ikut meramaikan dengan jualan di sini," ujar Agus.

Kapal Tongkang ini tak berawak. Dugaan sementara terbawa arus gelombang pasang dan angin kencang ke Pantai Widuri. Sejumlah warga dan anak-anak nekat memanjat rantai untuk melihat dek kapal.

Seorang wisatawan, Hadi mengatakan, masyarakat memang antusias sekali melihat kapal terdampar di sini. Belum lagi rumor yang beredar karena dekat dengan makam keramat Syeh Maulana Samsudin Widuri.

"Karena kalau ombak di pantai utara kan tidak sebesar di pantai selatan," ujar dia.

Hingga kini belum diketahui siapa pemilik kapal tongkang tersebut. Petugas dari Polres Pemalang masih meyelidiki terdamparnya kapal, dan segera meminta pihak pemilik mengevakuasi agar tak menganggu pelayaran nelayan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal