Kapolsek Gunem yang Tabrak Rumah dan Tewaskan 2 Orang Diduga Mabuk Miras

Musyafa ยท Selasa, 26 Mei 2020 - 20:44 WIB
Kapolsek Gunem yang Tabrak Rumah dan Tewaskan 2 Orang Diduga Mabuk Miras
Bagian depan rumah warga hancur berantakan ditabrak mobil Kapolsek Gunem Iptu Suyanto di Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jateng. (Foto: Musyafa)

REMBANG, iNews.id - Duka masih menyelimuti keluarga korban yang tewas akibat kecelakaan mobil Kapolsek Gunem, Iptu Suyanto yang menabrak rumah warga di Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng). Keluarga pun menduga kapolsek saat kecelakaan di bawah pengaruh minuman keras (miras).

Dugaan itu dilontarkan ayah dari balita yang meninggal dunia, Mahfudz. Dia mengungkapkan, dia langsung bertanya kepada Kapolsek Gunem Iptu Suyanto setelah menabrak teras rumah warga dan menewaskan dua orang, Senin malam (25/5/2020).

“Waktu itu bilang sopirnya lari. Padahal yang mengemudi pak kapolsek sendiri, “ kata Mahfudz di Rembang, Selasa (26/5/2020).

Mahfudz saat itu mencium bau alkohol saat berbicara dengan Ipstu Suyanto. Karena itu, dia menduga pengemudi mobil mabuk miras hingga akhirnya memicu kecelakaan lalu lintas.

“Saya mohon hal ini diusut tuntas dan mendapatkan sanksi seadil-adilnya,“ ujar Mahfudz.

Menanggapi masalah tersebut, Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto menyatakan kecelakaan di Desa Bangunrejo ditangani Polda Jateng. Informasi awal yang diterima, Iptu Suyanto menghindari warga menyeberang jalan sehingga banting setir ke kiri. Mobil akhirnya oleng dan menghantam teras rumah warga.

“Infonya ada orang menyeberang jalan, dihindari. Mobil oleng ke kiri, kemudian menabrak dua korban yang akhirnya meninggal dunia, “ tutur Kapolres.

Terkait pengaruh miras, Kapolres menyebut perlu tes urine. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. “Saya nggak bisa mendahului hasil pemeriksaan. Soal pengaruh miras, kita masih menunggu. Nanti hasilnya pasti kita sampaikan,“ katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna saat mendampingi kapolda Jateng memantau pos Operasi Ketupat Candi di Kecamatan Sarang menyampaikan, kapolsek Gunem masih berada di Mapolda Jateng guna menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan diduga karena kelalaian pengemudi.

“Hal seperti ini bisa terjadi pada siapa pun. Polda Jawa Tengah meminta maaf kepada pihak korban," ujarnya.

Dia memastikan, Polda Jateng akan memperbaiki kerusakan rumah warga akibat kecelakaan itu. Pihaknya juga akan membantu mengurus asuransi untuk kedua korban.

"Yang jelas kecelakaan nggak ada yang mau, tapi tetap kami tangani. Apalagi yang melakukan anggota Polri, prosedur tetap jalan, “ kata Iskandar.

Ditanya soal dugaan pengaruh miras, Iskandar juga menyampaikan masih perlu pendalaman lebih lanjut. “Kan perlu pembuktian dulu. Bukan berarti bau alkohol kemudian serta merta disimpulkan. Labfor juga dilibatkan nanti,“ katanya.


Editor : Maria Christina