Kasus Covid-19 Jadi Perhatian, Rudy: Solo Tak Bisa PSBB seperti Jakarta

Agregasi Solopos ยท Rabu, 16 September 2020 - 14:38 WIB
Kasus Covid-19 Jadi Perhatian, Rudy: Solo Tak Bisa PSBB seperti Jakarta
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memakai masker brengos, Selasa (9/6/2020). (Foto: Solopos/Mariyana Ricky P.D.)

SOLO, iNews.id - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menegaskan wilayahnya tidak bisa mengambil kebijakan lockdown skala besar seperti PSBB di Jakarta untuk mengatasi Covid-19. Sebagai gantinya, dia memilih menanggulangi persebaran Covid-19 dengan isolasi wilayah skala mikro kecil.

Rudy menegaskan PSBB di Solo mustahil dilakukan tanpa dukungan kabupaten di sekitarnya. Sebab, Solo pusat dari wilayah Soloraya.

"Solo ini tidak bisa lockdown PSBB seperti yang diterapkan Jakarta, tanpa dukungan kabupaten sekitar. Karena kan, sentralnya di Solo," katanya, Selasa (15/9/2020).

Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan isolasi wilayah mikro kecil menyasar keluarga atau lingkungan yang terpapar Covid-19. Selain itu, pencegahan penularan wabah Covid-19 dilakukan dengan cara memperketat protokol kesehatan dan penerapan sanksi pelanggaran.

Dia mengatakan isolasi mikro kecil tersebut pernah dilakukan di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kelurahan Nusukan dan Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari.

Isolasi di area-area itu menyasar sejumlah rumah hingga skala RT/RW dan terbukti efektif menekan persebaran Covid-19. Logistik warga yang menjalani isolasi ditanggung Pemkot Solo.

"Logistik kami kirim karena warga tidak boleh keluar maupun masuk wilayah itu," ucap Rudy.

Rudy mengaku enggan menerapkan PSBB di Solo lantaran berpotensi mengganggu roda perekonomian masyarakat. Selama pandemi, roda perekonomian di Solo terus bergerak. Perputaran tersebut ditopang sebagian besar dari sektor pasar dan ekonomi kecil.

Kebijakan tersebut juga diatur dalam Peraturan Walikota (Perwali) No.24/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 pada 7 September 2020.

Dalam pasal 10 dijelaskan Pemkot Solo berhak melakukan isolasi wilayah dengan lingkup perumahan, rukun tetangga, rukun warga, kampung, kelurahan, dan kecamatan. Isolasi wilayah didasarkan pada hasil temuan kasus positif Covid-19 melalui penyelidikan epidemiologi dan/atau pengujian laboratorium.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid 19 Solo, Ahyani, mengatakan, dalam rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Solo menjadi sorotan karena kasusnya tinggi.

Luhut menggelar video konferensi dengan seluruh daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur membahas upaya menekan angka kematian dan meningkatkan kesembuhan.

“Salah satunya, dengan menyasar uji swab masif di klaster-klaster persebaran virus SARS CoV-2 dan memperketat protokol kesehatan,” katanya.

Artikel INI telah tayang di Solopos.com dengan judul "Rudy: Solo Tidak Bisa Lockdown Ala PSBB Jakarta"


Editor : Nani Suherni