Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Jateng Terbanyak ke-4 di Indonesia

Ahmad Antoni ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 15:49 WIB
Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Jateng Terbanyak ke-4 di Indonesia
Pemusnahan barang bukti narkoba dan miras di halaman Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (25/6/2020). (Foto: iNews/Ahmad Antoni)

SEMARANG, iNews.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menyebutkan Jateng menempati urutan ke-4 kasus penyalahgunaan narkoba terbanyak di Indonesia. Rata-rata dalam setahun ini ada sekitar 195 ribu orang atau 1,3 persen terlibat kasus narkoba.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Benny Gunawan membeberkan hitungan terbesar ke-4 di Indonesia ini dibandingkan dengan jumlah penduduk di Jateng yang mencapai 30 juta orang. Hasilnya, kurang lebih 1,3 persen penduduk terjerat kasus narkoba. 

"Prevalensinya 1,3 persen, di tingkat nasional 1,6 persen. Karena jumlah penduduk Jateng ini 30 juta kali 1,3 persen, jadi tertinggi nomor 4 se-Indonesia di tahun 2020. Dalam setahun ada sekitar 195 ribu penyalahgunaan narkoba," kata Benny Gunawan saat pemusnahan barang bukti narkoba di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (25/6/2020).

Dia menyampaikan dalam pemusnahan kali ini, barang bukti yang dimusnahkan ada berbagai jenis narkotika, psikotropika dan bahan adiktif. Minuman keras (miras) dengan berbagai merek juga ikut dimusnahkan.

Rinciannya, ganja sebanyak 28,2977 kilogram, sabu 141,2371 gram, ekstasi 551 butir, tembakau sintetis 303,18 gram, psikotropika 365 strip obat, 6.527 tablet obat, 1 botol vibramox forte, 25 blister pymaril, 9.894 botol miras dan 1.080,9 liter miras.

"Pemusnahan barang bukti narkoba ini merupakan kegiatan bersama sebagai wujud sinergitas antara BNN Provinsi Jateng, Polda Jateng dan seluruh stakeholder di lingkungan Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya bersama dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika," ucapnya.


Editor : Nani Suherni