Kasus Sengketa Tanah, Warga Kendal Gagal Duduki Tol Batang-Semarang

Eddie Prayitno ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 20:47 WIB
Kasus Sengketa Tanah, Warga Kendal Gagal Duduki Tol Batang-Semarang
Warga Nolokerto, Kaliwungu, Kendal berunjuk rasa di pinggir Jalan Tol Batang-Semarang terkait sengketa tanah, Kamis (23/1/2020). (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Warga Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Kendal menggelar aksi di Jalan Tol Batang-Semarang dengan mendirikan tenda dapur umum, Kamis (23/1/2020). Namun, niat warga menduduki tol dengan mendirikan tenda di tengah jalan bebas hambatan itu gagal karena diadang petugas. Mereka pun akhirnya hanya berkumpul di belakang pagar jalan tol.

Aksi warga ini untuk mengawal proses gugatan fasilitas umum yang terkena proyek Jalan Tol Batang-Semarang yang sudah ditangani Pengadilan Negeri (PN) Kendal.

Pantauan iNews, tenda untuk dapur umum aksi keprihatinan warga Nolokerto ini sudah didirikan Rabu (22/1/2020) petang. Rencananya tenda itu digunakan untuk menunggu keputusan PN Kendal terkait sengeta tanah yang sebelumnya lapangan desa dan diklaim oleh salah satu warga.

Sejumlah spanduk dan poster juga sudah dipasang warga di tenda tersebut. Namun, warga tidak bisa menggelar aksi di bawah tenda karena diadang petugas kepolisian dan jasa marga. Mereka pun akhirnya hanya menggelar aksi di balik pagar jalan tol dengan pengawalan ketat polisi.

BACA JUGA: Tuntut Keadilan, Warga 8 Desa Korban Jalan Tol Batang Menginap di DPRD 

Warga Nolokerto, Ahmad Suparja mengatakan, aksi kali ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan mengawal jalannya persidangan sengketa yang ada memutuskan kepemilikan tanah yang sudah dibebaskan untuk Jalan Tol Batang-Semarang. “Tenda dapur umum itu untuk aksi warga dan doa bersama menunggu keputusan pengadilan,” katanya.

Sidang sengketa tanah yang sudah berlangsung 31 kali ini akan memutuskan kepemilikan tanah yang sebelumnya fasilitas umum Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu. Mereka optimistis bisa memenangkan sidang gugatan tersebut dan berharap ganti rugi jalan tol sebesar Rp13 miliar bisa untuk mengganti fasilitas umum di lokasi lain.

BACA JUGA: Akses Jalan Hilang, Warga Blokade Proyek Tol Batang-Semarang

Pihak pelaksana ganti rugi lahan Jalan Tol Batang-Semarang sebelumnya sudah menitipkan uang ganti rugi tanah di Desa Nolokerto tersebut ke PN Kendal. Sengketa lahan yang sebelumnya fasilitas umum Desa Nolokerto selama berpuluh-puluh tahun terjadi saat lahan terkena proyek tol dan diklaim sepihak oleh salah satu warga.

Kasus yang mencuat sejak Desember 2018 lalu itu terjadi saat ada seorang warga bernama Inlander Kosen atau Raden Mas Koesen menggugat jika tanah yang digunakan lapangan Desa Nolokerto adalah milik Keraton,  padahal saat dicari bukti di kantor BPN,  tanah tersebut sudah jadi tanah milik negara.


Editor : Kastolani Marzuki