Kecewa Merasa Tak Dianggap, Anak Bunuh Ayah di Semarang

Sindonews, Ary Wahyu Wibowo ยท Senin, 01 April 2019 - 14:52 WIB
Kecewa Merasa Tak Dianggap, Anak Bunuh Ayah di Semarang
Ilustrasi. (Foto: dok iNews)

SEMARANG, iNews.id – Slamet (58) warga Desa Penawangan RT 10/RW 02, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), tewas di tangan anak kandungnya Jamsin (27). Dia menerima luka parah di bagian kepala usai dihantam menggunakan sebatang pohon oleh tersangka, Minggu (31/3/2019) pukul 06.00 WIB.

Sekretaris Desa Penawangan Anang Patono mengatakan, kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian korban dilatarbelakangi permasalahan keluarga. Tersangka merasa kecewa dengan korban yang dinilai tak peduli terhadapnya.

"Motif tersangka kecewa dengan orang tuanya. Dia menganggap orang tuanya kurang peduli terhadap dirinya. Jadi tersangka pernah di penjara tujuh bulan karena kasus pencurian, selama itu dia tidak pernah dibesuk orang tuanya," ujar Anang, Senin (1/4/2019).

Kekecewaan tersangka memuncak setelah dia mengutarakan niat ingin menikah. Namun orang tuanya enggan membiayai pernikahan yang telah direncanakannya tersebut. Hingga akhirnya hal itu ditengarai membuat tersangka kalap dan menganiaya ayahnya hingga tewas.

Tersangka memukul korban dengan balok kayu jati sepanjang 80 centimeter (Cm) dan tebal 3 Cm sebanyak 3 kali. Pukulan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia.

Kejadian itu selanjutnya dilaporkan warga ke Polsek Bergas dan diteruskan ke Polres Semarang. Mendapat laporan, polisi bergerak cepat dan membekuk tersangka hari itu juga pukul 15.00 WIB. Saat ini, tersangka telah dijeblos ke ruang tahanan Polres Semarang untuk kepentingnya penyidikan.

Kasubbag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi membenarkan adanya kasus penganiayaan hingga mengakibatkan korban tewas. "Tersangka masih diperiksa penyidik. Jika sudah kasus ini akan diekspose," tuturnya.


Editor : Donald Karouw