Kecewa Putusan Gono Gini, 2 Warga Tembaki Kantor Pengadilan Agama

Joko Piroso ยท Kamis, 04 April 2019 - 20:30:00 WIB
Kecewa Putusan Gono Gini, 2 Warga Tembaki Kantor Pengadilan Agama
Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan saat gelar perkara kasus teror penembakan di Kantor Pengadilan Agama Sragen. (Foto: iNews.id/Joko Piroso)

SRAGEN, iNews.id – Dua pelaku teror yang menembaki Kantor Pengadilan Agama (PA) Sragen, Jawa Tengah pada 30 Maret 2019 lalu akhirnya ditangkap polisi. Aksi terors kedua pelaku itu diketahui dipicu kekecewaannya dengan putusan PA soal gono-gini yang dinilai kurang adil.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun aktivitas di kantor tersebut sempat terganggangu.

Kedua pelaku yakni, Surianto, warga Dukuh Somomulyo, Musuk, Sambirejo; dan Totok Setiawan alias Totok (25) warga Pelang, Seloromo, Jenawi, Kabupaten Karanganyar sudah ditangkap polisi dan harus meringkuk di tahanan Mapolres Sragen untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, kedua tersangka dibekuk setelah dilakukan penyelidikan atas laporan penembakan yang membuat dua kaca di ruangan panitera dan ruangan depan PA Sragen rusak dan berlubang.

“Karena perbuatannya, kedua tersangka kita jerat Pasal 6 Undang-Undang Terorisme dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” katanya dalam gelar perkara di Mapolres Sragen, Kamis (4/4/2019).

Kapolres mengungkapkan, kedua pelaku memberondong tembakan dengan menggunakan senjata laras panjang. Setelah diselidiki, kesimpulan akhir mengarah kepada tersangka utama yakni, Surianto yang diketahui sedang berperkara di Pengadilan Agama Sragen.

“Tersangka Surianto yang mengeksekusi atau melakukan penembakan, sedangkan Totok adalah drivernya. Keduanya bersama-sama melakukan dengan mengendarai mobil Avanza. Senjata yang digunakan adalah senjata untuk olahraga,” katanya.

Kepala Kantor Pengadilan Agama Sragen, Suhardi menjelaskan, saat kejadian memang tidak ada sekuriti yang berjaga di kantor. “Yang ada adalah dua orang penjaga malam,” ucapnya.

Sebelum kejadian, kata dia, tidak pernah ada ancaman atau teror apa pun. Namun, saat turun kasasi soal kasus gugatan harta gono-gini perceraian Surianto dan istrinya, tersangka sempat menunjukkan nada kekecewaan atas putusan kasasi terkait kasus itu.

Kepada penyidik, Surianto mengaku menembaki kantor PA Sragen hanya iseng. “Karena iseng saja. Itu pun saya lakukan tengah malam. Kalau ada niat untuk menembak tentunya yang ditembak istri saya atau mungkin hakimnya,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: