Kegiatan TNI Disebut Rugikan Petani, Kodam Diponegoro: Urut Sewu Lokasi Latihan Militer

Ahmad Antoni ยท Jumat, 28 Agustus 2020 - 20:02:00 WIB
Kegiatan TNI Disebut Rugikan Petani, Kodam Diponegoro: Urut Sewu Lokasi Latihan Militer
Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto menegaskan wilayah Urut Sewu merupakan daerah latihan persenjataan TNI AD, bukan daerah pertanian warga. (Foto: SINDOnews/Ahmad Antoni)

SEMARANG, iNews.id - Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto menegaskan wilayah Urut Sewu, Desa Setrajenar, Kecamatan Bulupesantren, Kabupaten Kebumen, resmi digunakan sebagai daerah latihan persenjataan TNI AD. Lokasi itu bukan daerah pertanian warga.

Susanto mengatakan, warga Urut Sewu hanya diberi kesempatan memanfaatkan jika daerah itu tidak sedang digunakan TNI AD untuk latihan. Pemberian izin tersebut juga sebagai bentuk kepedulian TNI AD untuk membantu warga sekitar agar bisa membantu perekonomiannya.

"Pada saat digunakan latihan, mereka pasti selalu menyadari untuk menghentikan aktivitasnya untuk menghindari kerawanan yang bisa timbul saat latihan," kata Kapendam, Jumat, (28/8/2020).

Kapendam menyampaikan hal ini terkait berkembangnya berita-berita di media sosial yang menyatakan latihan militer merusak lahan persawahan. Dia menegaskan, informasi yang menyebutkan kerusakan sawah karena kendaraan berat lalu lalang di tempat tersebut, tidak benar.

"Ada yang dibelokkan dan sengaja membangun persepsi seolah latihan penembakan meriam di sana telah merugikan warga petani," katanya.

Dia kembali menegaskan, warga yang memanfaatkan lahan milik TNI AD tersebut sudah menyepakati bila sedang dilakukan latihan, mereka tidak beraktivitas. Warga juga sepakat tidak akan menuntut apapun atas dampak latihan pada areal yang digunakan.

"Sebab mereka sudah menyadari bahwa lahan tersebut bukan miliknya dan karena kebaikan TNI AD diberi kesempatan untuk menggarap tanpa bagi hasil," katanya.

Kapendam juga mengatakan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN secara resmi telah mengeluarkan Sertifikat Hak Kepemilikan Atas Tanah tersebut atas nama TNI AD untuk keperluan latihan. Sertifikat diserahkan oleh Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil kepada Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Andika Perkasa di Makodam IV Diponegoro pada Rabu (12/8/2020).

Dengan dasar tersebut, lanjut dia, maka masyarakat diharapkan memahami dan tidak terprovokasi dengan berita-berita hoaks yang sengaja akan membenturkan masyarakat dengan TNI AD.

Menurutnya, isu yang selalu digaungkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab bahwa tanah itu milik warga yang dirampas TNI AD untuk digunakan sebagai daerah latihan uji coba persenjataan berat yang sering merusak lahan pertanian warga. Padahal, tanah tersebut wilayah pesisir pantai Selatan yang sejak masa penjajahan belanda sebagai daerah latihan militer Belanda.

Daerah tersebut juga merupakan garis pertahanan yang tidak diperuntukkan sebagai lahan aktivitas masyarakat maupun permukiman. Baru setelah penyerahan kedaulatan, lahan tersebut diserahkan kepada negara dan selanjutnya diserahkan kepada TNI AD sesuai peruntukannya semula, selain sebagai wilayah pertahanan juga daerah latihan.

Meski telah ditegaskan secara resmi bahwa lahan tersebut milik TNI AD dan digunakan untuk latihan, TNI AD tidak serta merta menutup kawasan tersebut dari aktivitas masyarakat.

"Memang ada prosedur yang harus ditaati karena sebenarnya wilayah tersebut termasuk wilayah bahaya. Kalau kita ikuti prosedur yang sebenarnya pasti harus kosong dan tak boleh dijamah masyarakat. Namun karena doktrin kita harus manunggal bersama rakyat, maka kita bantu warga sekitar dengan memperbolehkan menggarap lahan saat tidak digunakan untuk latihan," katanya.

Editor : Maria Christina