Kekeringan di Brebes Meluas, 41 Desa Andalkan Bantuan Air Bersih

Yunibar ยท Minggu, 01 September 2019 - 11:30 WIB
Kekeringan di Brebes Meluas, 41 Desa Andalkan Bantuan Air Bersih
Bantuan air bersih ke warga. (Foto: Dok iNews)

BREBES, iNews.id - Akibat kemarau panjang, krisis air bersih di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng) kian meluas di sejumlah desa. Warga yang tidak memiliki sumber air terpaksa mengandalkan air bersih bantuan.

Krisis air bersih terparah berada di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan. Hampir seluruh warga di desa ini tidak memiliki sumber air berupa sumur, sehingga sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah daerah dan instansi lainnya.

"Sudah lama kami tidak ada sumber air. Biasanya minta ke desa lain, tapi karena kemarau, jadi kami hanya bergantung pada bantuan saja," kata Kepala Dusun Karangbale, Warison, kepada wartawan di Brebes Jateng, Minggu (1/9/2019).

Menurut dia, air bersih bantuan dari pemda dan instansi lain sebetulnya tidak cukup untuk dipakai minum, masak, mencuci dan kebutuhan MCK. Warga hanya dijatah empat jeriken setiap droping air, sedangkan kebutuhan per hari enam jeriken.

"Solusi lainnya beli ke pedagang air, harga Rp5.000 per jerikennya," ujar dia.

Perangkat Desa Karangbale, Sulaiman, berharap pemerintah daerah bisa memberikan lebih banyak jeriken air ke warga. Karena batasan empat jeriken itu dinilai masih kurang untuk kebutuhan harian.

"Pemda lewat BPBD bisa mengirimkan droping air lebih banyak lagi untuk kebutuhan warga," ujar dia.

Saat bantuan mobil tangki air bersih datang puluhan warga pun langsung memadati lokasi pembagian air. Mereka harus antre dan bersabar, karena harus bergantian dengan warga lainnya.

BPBD Brebes kini memetakan 41 desa di 14 kecamatan yang mengalami krisis air pada musim kemarau tahun ini. Minimnya armada mobil tangki membuat pembagian droping air tidak merata, sehingga harus dilakukan secara bergilir.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal