Kelas Roboh saat Belajar Mengajar, 8 Siswa Luka-Luka

Sholahudin ยท Jumat, 08 Februari 2019 - 13:54 WIB
Kelas Roboh saat Belajar Mengajar, 8 Siswa Luka-Luka
Ruangan kelas yang ambruk di sekolah daerah Mojokerto. (Foto: iNews/Sholahudin).

MOJOKERTO, iNews.id - Sebuah kelas sekolah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Tengah (Jateng), tiba-tiba ambruk saat proses belajar mengajar berlangsung. Akibatnya 24 siswa nyaris tertimpa runtuhan atap, namun delapan orang di antaranya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB Jumat (8/2/2019) pagi. Tiba-tiba saja sempat terdengar suara gemuruh, lalu atap pun roboh. Sebanyak 24 siswa yang berada di dalam kelas tersebut tertimpa reruntuhan. Meski tidak ada korban jiwa, namun dua orang siswa mengalami luka serius.

Dua dari delapan siswa Madrasah Tsanawiyah Bahrul Ulum di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Basuni, Mojokerto. Sedangkan, enam lainnya mendapat penanganan puskesmas setelah luka-luka di bagian bahu, tangan dan kepala.

"Awalnya mau ujian, tiba-tiba ada suara gemuruh dari atap. Awalnya ambruk di ujung kelas," kata guru di kelas tersebut, Ainin Faizah, saat mendapat perawatan di Puskesmas Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jateng.

Kemudian, kata dia, sebagian besar anak-anak langsung melarikan diri. Sedangkan, beberapa di antaranya bersembunyi di bawah meja. Tidak lama setelah itu, atap dan genting di satu ruangan kelas, kata dia, roboh.

Kapolsek Jetis, AKP Subiyanto mengatakan, mendapat laporan adanya sekolah yang roboh petugas kepolisian pun segera terjun ke lokasi TKP. Dia bersyukur sebagian besar para siswa di sana sudah punya bekal tanggap bencana, sehingga tidak ada korban jiwa akibat robohnya atap sekolah.

"Pas atap roboh, ada yang langsung lari, dan sebagiannya bersembunyi di bawah meja," kata Subiyanto.

Ada delapan siswa yang menjadi korban robohnya kelas tersebut. Enam di antaranya mengalami luka ringan, namun dua harus dilarikan ke rumah sakit, untuk mengetahui kondisi mereka.

"Tapi kondisinya tidak fatal. Satu siswi mengalami cedera di kepala, namun tidak ada luka. Sedangkan satu siswa luka di bagian tangannya," ujar dia.

Dugaan sementara, kata Subiyanto, robohnya atap kelas tersebut karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak. Ternyata banyak kayu-kayu di bagian atap yang habis di makan rayap.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal